Home MuslimahPantalon (Celana Panjang) bagi Wanita

Pantalon (Celana Panjang) bagi Wanita

Hadis ini adalah larangan meniru baju orang kafir dalam setiap masa. Karena barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka

by Abu Umar
0 comments 7 views

Berdasarkan hal ini, jelaslah di hadapan kita keburukan meniru. Maka apakah pendapat tentang perempuan-perempuan yang memakai pantalon (celana panjang) karena meniru laki-laki? Padahal pantalon itu sempit dan menggambarkan bentuk tubuh sehingga menggoda para pemuda.

Saya yakin bahwa mereka tidak bermoral. Apa maksudnya memakai pakaian yang mengeluarkan dari tabiatnya dan menambah keburukan serta kehinaannya? Andaikata seorang pemuda tertarik kepadanya, jelas ia tergolong pemuda banci. Ia tidak mengenal moral Islami.

Saya menghimbau kepada para pejabat yang berwenang, sebagai ganti melarang cadar di universitas, patutlah setiap orang berakal menyerukan larangan memakai pakaian yang buruk oleh para pemudi, karena tidak sesuai dengan akhlak, keluhuran budi, dan kesucian.

BACA JUGA:  Perhiasan Terbaik Wanita Jika Harus ke Masjid

Dari Ibnu Umar, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ فِي الدُّنْيَا أَلْبَسَهُ اللَّهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barangsiapa memakai baju untuk mencari kemasyhuran di dunia, maka Allah memakaikan kepadanya baju kehinaan pada hari kiamat.” (H.R. Ahmad, Abu Dawud, dan Nasa’i).

Hadis itu menunjukkan tentang pemakaian baju yang ditujukan untuk menarik perhatian orang, seperti baju dengan warna-warna mencolok atau model tenunan dan lainnya. Ini diharamkan bagi wanita muslim, karena baju yang Islami bukanlah dari jenis itu.

Ibnul Atsir berkata, “Yang dimaksud dengan pakaian untuk mencari kemasyhuran ialah pakaian yang termasyhur di antara orang-orang karena warnanya berbeda dengan warna baju-baju mereka sehingga orang-orang mengarahkan pandangan mereka kepadanya, dan ia menyombongkan serta membanggakan diri.”

Asy-Syaukani berkata, “Kata-kata ‘baju kehinaan’ ialah baju yang menyebabkan kehinaan pada hari kiamat.” Wajib diketahui bahwa memakai baju untuk mencari kemasyhuran dan menampakkan kesombongan dilarang pula bagi laki-laki.

Ibnu Ruslan berpendapat, “Karena ia memakai pakaian untuk mencari kemasyhuran di dunia, untuk menyombongkan dan membanggakan diri kepada orang lain. Pada hari kiamat Allah memberikan kepadanya baju yang menyebabkan kehinaan dan kerendahannya sebagai hukuman baginya, dan hukuman itu sesuai dengan jenis perbuatannya.”

Penafsiran ini diperkuat dengan riwayat Abu Dawud melalui Abi Uwaanah dengan lafal, “ia dibakar oleh api.”

Hadis itu menunjukkan keharaman memakai baju untuk mencari kemasyhuran. Hadis ini tidak hanya mengenai baju yang mewah, tetapi juga pada orang yang memakai baju yang berbeda dengan pakaian orang-orang miskin (yakni kebanyakan dari mereka), supaya orang-orang melihatnya sehingga mereka kagum kepada pakaiannya dan menghormatinya.

Ibnu Ruslan berkata, “Apabila pakaian itu dengan tujuan mencari kemasyhuran di hadapan orang banyak, maka tiada beda antara baju yang mewah dan baju yang rendah, dan antara orang yang sesuai dengan pakaian orang banyak maupun yang berlawanan. Karena hukum haram itu berlaku untuk tujuan mencari kemasyhuran, dan yang dinilai adalah tujuannya, walaupun tidak sesuai dengan kenyataan.”

Seandainya wanita memakai pakaian tidak dengan tujuan mencari kemasyhuran, begitu pula laki-laki, karena kedudukannya menghendaki demikian, yaitu baju-baju mewah yang berwarna mencolok sehingga menarik perhatian, maka tidak ada larangan dengan dalil hadis itu.

Ibnu Mas’ud berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ، فَقَالَ رَجُلٌ: إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنًا، قَالَ: إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Tidak masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Seorang laki-laki berkata, “Ada orang yang ingin bajunya bagus dan sandalnya bagus.” Nabi ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan menyukai keindahan. Kesombongan itu adalah mengingkari kebenaran dan menghina orang lain.” (H.R. Ahmad dan Muslim).

Kesimpulan memakai baju untuk mencari kemasyhuran yaitu yang membedakan adalah niat, dan Allah-lah yang mengetahui jalannya semut hitam di malam yang gelap di atas batu yang keras. Akan tetapi, yang lebih utama dan lebih sempurna bagi wanita adalah memakai baju yang sedang dan tidak mewah. Pertengahan dalam segala sesuatu adalah sebaik-baik jalan untuk mencapai keselamatan dan keberuntungan.

Abdillah bin Amru berkata:

“Rasulullah ﷺ melihat dua baju yang berwarna kuning mengkilat. Kemudian Nabi ﷺ bersabda, ‘Sesungguhnya ini termasuk baju orang kafir, maka janganlah memakainya.'” (H.R. Ahmad, Muslim, dan Nasa’i).

BACA JUGA:  Aurat Anak Laki-laki dan Perempuan yang Masih Kecil

Yang jelas dari hadis ini adalah larangan meniru baju orang kafir dalam setiap masa. Karena barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka. Sebagaimana hadis ini juga menunjukkan larangan memakai baju yang diwarnai dengan bahan pewarna kuning.

Camkan wahai wanita-wanita yang tabarruj dan melupakan akhirat, sesungguhnya pengamalan hijab Islami berarti tunduk kepada perintah Allah, berjalan lurus di atas jalan-Nya. Islam membentuk kepribadian manusia yang luhur dan dicari oleh setiap orang yang berakal. Islam juga membentuk masyarakat mulia yang didambakan oleh semua orang, bahkan orang-orang fasik, karena Islam penuh dengan ketenangan, tidak ada kebiadaban maupun kekacauan.

Adapun tabarruj berarti penolakan terhadap hukum Allah dan syariat-Nya serta penolakan terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan yang diinginkan oleh setiap jiwa yang bersih, meskipun tidak sesuai dengan perbuatannya. Tabarruj juga berarti kelemahan jiwa di hadapan kilauan hawa nafsu dan berarti pula keikutsertaan dalam membentuk masyarakat primitif, kacau, serta tidak bermoral. []

Sumber: Fiqih Muslimah, Ibadat – Muamalat, Karya: Ibrahim Muhammad Al-Jamal, Pustaka Amani, Cetakan I, Rajab 1415 H (Desember 1994)

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119