Home MuslimahPerempuan-perempuan Mulia

Perempuan-perempuan Mulia

Kedudukan mulia seorang perempuan tidak diukur dari dunia yang sementara. Maryam, Asiyah, dan Khadijah adalah teladan bahwa kemuliaan sejati lahir dari iman, kesabaran, dan pengorbanan.

by Abu Umar
0 comments 178 views

Rasulullah ﷺ bersabda, “Banyak lelaki yang sempurna. Tetapi tidak ada perempuan yang sempurna kecuali tiga: Maryam binti Imran, Asiyah istri Fir’aun, dan Khadijah binti Khuwailid. Sementara keutamaan Aisyah (binti Abu Bakar) atas seluruh perempuan adalah seperti keutamaan tsarid (menu makanan, potongan-potongan roti yang disiram sayuran) di antara seluruh jenis makanan.” (HR. Bukhari)

Hadis mulia ini menunjukkan bahwa keistimewaan seorang perempuan tidak diukur dari harta, pangkat, atau popularitas. Melainkan dari keteguhan iman, kelembutan hati, dan kepasrahan kepada Allah Ta’ala. Inilah yang menjadikan mereka mendapatkan kedudukan tinggi di sisi Allah, yang tidak bisa ditandingi oleh gemerlap dunia.

Kedudukan Mulia bagi Perempuan

Islam memberikan penghormatan besar kepada perempuan. Kedudukan mereka mulia bukan karena fasilitas mewah yang mengelilinginya, bukan pula karena jabatan tinggi yang mereka raih, melainkan dari bagaimana mereka menjaga fitrah kelembutannya, kesabaran, dan kepasrahan yang hanya diberikan kepada Allah Ta’ala semata.

BACA JUGA:  Nasihat Imam Hasan Al-Bashri soal Menikahkan Anak Perempuan

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Kekuatan seorang hamba terletak pada sejauh mana ia bergantung kepada Allah dan mengosongkan hatinya dari selain-Nya.” Hal ini pun berlaku pada perempuan. Kepasrahan tulus kepada Allah adalah sumber kemuliaan dan kekuatan sejati.

Allah Ta’ala telah memberikan peran istimewa kepada perempuan. Saat peran itu dijalankan dengan penuh iman dan tawakal, maka kedudukan tinggi akan diraih. Tiga perempuan mulia yang disebutkan Rasulullah ﷺ adalah bukti nyata bahwa kemuliaan itu lahir dari iman, pengorbanan, dan kepasrahan.

Belajar dari Sosok Perempuan Mulia

1- Asiyah binti Muzahim

Beliau adalah istri Fir’aun, penguasa paling zalim di zamannya. Namun, kelembutan hati dan keimanannya membuatnya berani menentang kekafiran suaminya. Ia mengasuh Nabi Musa ‘alaihissalam dengan kasih sayang, dan beriman pada risalah yang dibawanya. Allah mengabadikan doanya dalam Al-Qur’an: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya.” (QS. At-Tahrim: 11)

Imam Al-Qurthubi menafsirkan ayat ini bahwa Asiyah lebih memilih rumah di sisi Allah daripada istana megah Fir’aun. Inilah hakikat kepasrahan dan cinta sejati kepada Allah.

2- Maryam binti Imran

Maryam adalah wanita suci yang menjaga kehormatan dirinya. Allah memilihnya untuk menjadi ibu dari Nabi Isa ‘alaihissalam, meskipun ia harus menghadapi ujian besar berupa tuduhan dan cemoohan. Namun, dengan kesabaran dan keteguhannya, Maryam tetap berada di atas keimanan.

Imam Ibnu Katsir menuturkan bahwa Maryam adalah teladan dalam kesucian, ibadah, dan keteguhan hati. Allah menyebutnya sebagai wanita yang “menjaga kehormatan diri” (QS. At-Tahrim: 12), dan menjadikannya teladan sepanjang masa.

3- Khadijah binti Khuwailid

Beliau adalah istri pertama Rasulullah ﷺ, perempuan yang penuh kelembutan, kecintaan, dan pengorbanan. Khadijah mendampingi Rasulullah ﷺ dalam masa-masa tersulit dakwah Islam, menyerahkan hartanya, bahkan seluruh kehidupannya untuk perjuangan. Ia juga menjadi perempuan pertama yang beriman kepada Rasulullah ﷺ.

Imam An-Nawawi menyebut Khadijah sebagai “pendukung pertama risalah Islam, yang menenangkan hati Rasulullah ﷺ di saat guncangan besar melanda beliau.” Inilah keutamaan yang membuat namanya dikenang sepanjang zaman.

BACA JUGA:  3 Kunci Kemuliaan Seorang Muslim

Hakikat Kekuatan Perempuan

Peran yang dijalankan ketiga perempuan mulia ini tentu bukan tanpa tantangan. Namun, kepasrahan pada ketentuan Allah menjadi pendorong kekuatan. Dari mereka kita belajar bahwa kekuatan perempuan bukanlah pada kekuasaan atau keperkasaannya, melainkan pada kelembutan hati, keteguhan iman, dan pengorbanan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah berkata, “Kelemahan seorang hamba akan menjadi kekuatannya jika ia menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah.” Maka bagi seorang perempuan, justru dalam kepasrahan dan kelembutanlah tersimpan kekuatan sejati.

Penutup

Kedudukan mulia seorang perempuan tidak diukur dari dunia yang sementara. Maryam, Asiyah, dan Khadijah adalah teladan bahwa kemuliaan sejati lahir dari iman, kesabaran, dan pengorbanan. Mereka tetap mulia meskipun hidup dalam ujian berat, karena hati mereka terikat kepada Allah semata.

Maka, setiap perempuan yang menjaga imannya, menunaikan perannya dengan ikhlas, dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, ia sedang menapaki jejak mulia yang telah dicontohkan oleh para wanita terbaik sepanjang sejarah. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119