Home IbadahJangan Menunggu Imam Berdiri Ketika Masbuk

Jangan Menunggu Imam Berdiri Ketika Masbuk

Memahami dan mengamalkan tuntunan ini menunjukkan kesungguhan seorang Muslim dalam mengikuti ajaran Rasulullah secara benar.

by Abu Umar
0 comments 107 views

Kesalahan yang masih sering terjadi di tengah kaum Muslimin adalah sikap sebagian orang yang datang terlambat (masbuk) lalu menunggu imam berdiri terlebih dahulu sebelum memulai shalat. Padahal, kebiasaan ini tidaklah benar dan bertentangan dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sikap menunda untuk mengikuti imam justru dapat menghilangkan kesempatan mendapatkan bagian shalat bersama imam sesuai sunnah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan arahan yang sangat jelas dalam sebuah hadis:

إِذَا أَتَى أَحَدُكُمُ الصَّلاَةَ وَالإِمَامُ عَلَى حَالٍ فَلْيَصْنَعْ كَمَا يَصْنَعُ الإِمَامُ

“Jika salah satu dari kalian datang untuk shalat sementara imam berada di posisi tertentu, maka lakukanlah sebagaimana yang dilakukan imam.” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah, hadis sahih)

BACA JUGA: Cara Duduk Makmum Masbuk ketika Imam Tasyahud Akhir

Hadis ini menjadi landasan penting bahwa seorang makmum yang masbuk tidak boleh menunggu imam berpindah posisi. Justru, ia diperintahkan untuk segera mengikuti keadaan imam saat itu. Jika imam sedang rukuk, maka ia pun langsung rukuk. Jika imam sedang sujud, maka ia ikut sujud. Demikian pula jika imam sedang duduk di antara dua sujud atau dalam posisi lainnya, maka ia mengikuti posisi tersebut tanpa menunda.

Namun demikian, ada hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Sebelum mengikuti gerakan imam, seorang makmum tetap wajib memulai shalatnya dengan takbiratul ihram secara sempurna dalam posisi berdiri. Hal ini karena takbiratul ihram merupakan rukun shalat yang tidak boleh ditinggalkan. Jika seseorang tidak melakukannya dengan benar, maka shalatnya tidak sah.

Setelah takbiratul ihram, barulah ia segera mengikuti gerakan imam sesuai posisi yang sedang dilakukan. Inilah bentuk ketaatan kepada sunnah Nabi sekaligus menjaga kesempurnaan ibadah shalat.

BACA JUGA: Shalat Rawatib-mu

Memahami dan mengamalkan tuntunan ini menunjukkan kesungguhan seorang Muslim dalam mengikuti ajaran Rasulullah secara benar. Jangan sampai kebiasaan yang keliru terus dilakukan hanya karena tidak mengetahui ilmunya atau karena mengikuti kebiasaan orang lain.

Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa berusaha memperbaiki shalat kita sesuai dengan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baarakallahu fiikum. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119