Home KajianSunnah-Sunnah Fitrah

Sunnah-Sunnah Fitrah

by Abu Umar
0 comments 11 views

Apakah yang dimaksud dengan sunnah-sunnah fitrah? Apa saja sunnah-sunnah fitrah itu?

Sunnah-sunnah fitrah adalah amalan-amalan yang apabila telah dilaksanakan, maka pelakunya dapat dikatakan telah memenuhi fitrah yang telah Allah tetapkan baginya. Allah menciptakan para hamba-Nya di atas fitrah tersebut dan menumbuhkan kecintaan terhadapnya, agar mereka menjadi hamba yang memiliki sifat-sifat paling sempurna dan penampilan yang paling mulia.

Sunnah fitrah merupakan sunnah orang-orang terdahulu yang diamalkan oleh para nabi, serta telah disepakati oleh seluruh syariat. Seolah-olah perkara-perkara tersebut merupakan sesuatu yang telah difitrahkan, sehingga manusia diciptakan di atasnya.

BACA JUGA:  Apakah Seseorang Diperbolehkan Kencing Sambil Berdiri?

Perkara-perkara fitrah ini berkaitan erat dengan kemaslahatan agama dan dunia yang dapat diketahui melalui penelitian. Di antaranya adalah memperbaiki penampilan dan membersihkan badan, baik secara umum maupun secara khusus.

Adapun sebagian sunnah fitrah tersebut telah disebutkan dalam hadits-hadits berikut.

1. Hadits Abu Hurairah

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ: الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْآبَاطِ

*”Perkara fitrah ada lima: berkhitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.”*¹⁰

2. Hadits Aisyah

Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

عَشْرٌ مِنَ الْفِطْرَةِ: قَصُّ الشَّارِبِ، وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ، وَالسِّوَاكُ، وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ، وَقَصُّ الْأَظْفَارِ، وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ، وَنَتْفُ الْإِبْطِ، وَحَلْقُ الْعَانَةِ، وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ

“Ada sepuluh perkara fitrah: memotong kumis, memelihara jenggot, bersiwak, memasukkan air ke hidung, memotong kuku, mencuci sela-sela jari, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, dan sedikit menggunakan air.”

Mus’ab, salah seorang perawi hadits ini, berkata:

*”Aku lupa perkara yang kesepuluh, namun sepertinya adalah berkumur-kumur.”*

BACA JUGA:  Perkara yang Disunnahkan Ketika Mandi (Tata Cara Mandi secara Sempurna)

Kesimpulan

Berdasarkan kedua hadits di atas, perkara-perkara fitrah tidak hanya terbatas pada sepuluh perkara yang disebutkan, namun di antaranya adalah:

Khitan.
Bersuci dengan air (istinja’).
Bersiwak.
Memotong kuku.
Memotong kumis.
Memelihara jenggot.
Istihdad, yaitu mencukur bulu kemaluan.
Mencabut bulu ketiak.
Mencuci bagian-bagian tubuh yang sulit dibersihkan dari kotoran, seperti sela-sela jari, lekukan telinga, dan lipatan kulit.
Berkumur-kumur dan beristinsyaq.

Wallahu a’lam. []

Sumber: Shahih Fiqhu As-Sunnah (Shahih Fiqih Sunnah (Jilid 1)/ Penulis: Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim / Penerbit: Insan Kamil / Cetakan: Cet. 1: Nopember 2021 / Rabiul Akhir 1443 H

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119