Dari Umar bin Khathab –radhiyallahu ‘anhu- berkata: Saya mendengar Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ -البخاري : 1
“Sesungguhnya semua perbuatan itu tergantung dengan niatnya, dan setiap orang sesuai dengan apa yang ia niatkan, barang siapa yang hijrahnya untuk dunia yang diinginkannya atau seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka (pahala) hijrahnya sesuai dengan niat hijrahnya”. [HR. Bukhori: 1]
وفي رواية مسلم : ( فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ ) مسلم 3530
Dan dalam riwayat Muslim: “Barang siapa yang (niat) hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka (pahala) hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya untuk dunia yang diinginkannya atau wanita yang ingin dinikahinya maka (pahala) hijrahnya sesuai dengan niat hijrahnya”. [HR. Muslim: 3530]
BACA JUGA: Niat Adalah Syarat Sahnya Mandi
Keimanan bersemayam di dalam hati. Dari sanalah segala amal bermula. Karena itu, niat menjadi fondasi terbesar dalam syariat Islam. Amal tanpa niat yang benar hanyalah gerakan lahiriah yang kosong dari nilai di sisi Allah.
Tidak heran jika para ulama menyebut satu hadits tentang niat sebagai “setengah agama”. Banyak kitab dimulai dengannya, di antaranya oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahih al-Bukhari.
Hadits tersebut diriwayatkan oleh sahabat mulia Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Barang siapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa hijrahnya karena dunia yang ingin diraihnya atau wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini juga diriwayatkan dalam Shahih Muslim dengan lafazh yang menegaskan makna tersebut.
BACA JUGA: Bolehkah Lakukan Shalat Dhuha dengan Niat untuk Dapatkan Rezeki?
Mengapa Hadits Ini Sangat Agung?
Imam Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah mengatakan bahwa pokok Islam berputar pada beberapa hadits, dan salah satunya adalah hadits niat ini.
Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah bahkan berkata bahwa hadits ini mencakup sepertiga ilmu, karena seluruh amal seorang hamba berkisar pada hati, lisan, dan anggota badan — dan niat adalah landasan semuanya.
Al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan: nilai suatu amal tidak diukur dari bentuknya, tetapi dari tujuan di baliknya. []
REFERENSI: AL-MANHAJ
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

