Home KajianMengungkit Sedekah Jadi Sia-sia

Mengungkit Sedekah Jadi Sia-sia

Sedekah adalah nikmat—bukan hanya bagi penerima, tetapi juga bagi pemberi. Jangan sampai nikmat itu berubah menjadi penyesalan di akhirat karena lisan dan hati yang tidak dijaga.

by Abu Umar
0 comments 30 views

Sedekah adalah salah satu amalan paling mulia dalam Islam. Ia menjadi bukti keimanan, pembersih harta, sekaligus penolong di akhirat kelak. Namun, ada satu perkara berbahaya yang sering dianggap sepele, padahal dapat merusak bahkan menghapus pahala sedekah, yaitu mengungkit-ungkit pemberian kepada orang yang diberi.

Islam tidak hanya menilai amal dari apa yang dilakukan, tetapi juga dari cara, niat, dan sikap setelahnya. Sedekah yang seharusnya menjadi ladang pahala justru bisa berubah menjadi dosa jika disertai perbuatan yang Allah larang.

Larangan Mengungkit Sedekah dalam Al-Qur’an

Allah ﷻ dengan tegas memperingatkan dalam Al-Qur’an:

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir.”
(QS. Al-Baqarah: 264)

BACA JUGA:  Hukum Menarik Kembali Sedekah

Ayat ini menunjukkan bahwa mengungkit sedekah disamakan bahayanya dengan riya’, bahkan menjadi sebab rusaknya amal. Sedekah yang awalnya tampak baik bisa kehilangan nilai di sisi Allah jika diiringi ucapan atau sikap yang menyakiti penerimanya.

Makna “Mengungkit” Menurut Ulama

Para ulama salaf menjelaskan bahwa al-mann (المنّ)—mengungkit pemberian—adalah menyebut-nyebut kebaikan kepada orang lain dengan tujuan merasa lebih tinggi atau menekan penerima.

Imam Al-Qurthubi رحمه الله menjelaskan bahwa mengungkit sedekah termasuk bentuk menyakiti hati fakir miskin, dan menyakiti mereka adalah dosa besar, karena Islam sangat menjaga kehormatan orang yang membutuhkan.

Bahkan, sebagian ulama menyatakan bahwa menyakiti perasaan penerima sedekah lebih buruk daripada tidak bersedekah sama sekali, karena di dalamnya ada kesombongan dan penghinaan.

Sedekah Itu untuk Allah, Bukan untuk Dibanggakan

Hakikat sedekah adalah ibadah yang ditujukan semata-mata untuk Allah. Jika setelah memberi seseorang merasa berhak menuntut balasan, pujian, atau ketaatan dari penerima, maka ia telah mengotori niatnya sendiri.

Imam Ibn Katsir رحمه الله menafsirkan ayat di atas dengan menyebutkan bahwa orang yang mengungkit sedekahnya tidak berbeda dengan orang yang bersedekah karena ingin dipuji manusia, meskipun awalnya ia merasa ikhlas.

Contoh Mengungkit Sedekah dalam Kehidupan Sehari-hari

Mengungkit sedekah tidak selalu dalam bentuk ucapan langsung. Ia bisa muncul dalam bentuk:

  • Menyebut bantuan saat marah atau berselisih
  • Mengingatkan pemberian untuk menekan atau mempermalukan
  • Menceritakan sedekah dengan nada merendahkan penerima
  • Merasa lebih mulia dan meremehkan orang yang dibantu

Semua ini termasuk perbuatan yang dapat menghapus pahala sedekah, meskipun jumlahnya besar.

Lebih Baik Diam dan Ikhlas

Islam mengajarkan bahwa menjaga lisan dan hati setelah bersedekah adalah bagian dari kesempurnaan iman. Bahkan, Allah memuji orang-orang yang bersedekah lalu melupakannya, seakan-akan tidak pernah memberi.

BACA JUGA:  3 Jenis Sedekah selain Uang

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Ada tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat… salah satunya adalah orang yang memberi, lalu mengungkit pemberiannya.”
(HR. Muslim)

Hadis ini menjadi peringatan keras bahwa mengungkit sedekah bukan sekadar mengurangi pahala, tetapi bisa mendatangkan murka Allah.

Penutup: Muhasabah Diri Sebelum Mengungkit

Sedekah adalah nikmat—bukan hanya bagi penerima, tetapi juga bagi pemberi. Jangan sampai nikmat itu berubah menjadi penyesalan di akhirat karena lisan dan hati yang tidak dijaga.

Mari kita belajar untuk memberi dengan ikhlas, diam setelah memberi, dan berharap balasan hanya dari Allah. Karena sedekah yang paling bernilai adalah yang selamat sampai ke akhirat, bukan yang habis di dunia. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119