Home KajianMacam-macam Jiwa Manusia

Macam-macam Jiwa Manusia

Jiwa yang menyesali diri adalah jiwa yang melakukan dosa kemudian bertaubat. Disebut seperti itu karena jiwa ini mencela si pemilik atas berbagai dosa dan kemaksiatan yang dilakukan.

by Abu Umar
0 comments 176 views

Jiwa memiliki tiga macam:

Pertama; jiwa yang memerintahkan keburukan. Allah berfirman seraya mengisahkan istri penguasa Mesir:

إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ ))

“Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan.” (QS. Yusuf: 53)

Ketika hawa nafsu mengalahkan jiwa dengan melakukan berbagai dosa dan maksiat, itulah jiwa yang memerintahkan keburukan.

BACA JUGA:  Jiwa yang Baik

Kedua; jiwa yang menyesali diri. Allah berfirman:

) وَلَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللُّوْامَةِ )

“Dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri).” (QS. Al-Qiyamah: 2)

Jiwa yang menyesali diri adalah jiwa yang melakukan dosa kemudian bertaubat. Disebut seperti itu karena jiwa ini mencela si pemilik atas berbagai dosa dan kemaksiatan yang dilakukan.

Ketiga; jiwa yang tenang. Allah berfirman:

يَتَأَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ (٢) أَرْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةٌ (۸)

banner

فَادْخُلِي فِي عِبَادِي (٢) وَادْخُلِي جَنَّنِي (()))

“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku.” (QS. Al-Fajr: 27-30)

Jiwa yang tenang adalah jiwa yang menyukai dan meng-inginkan kebaikan, membenci dan tidak menyukai keburukan.

Pensyarah kitab Ath-Thahawiyah menjelaskan, banyak sekali yang menyatakan, manusia memiliki tiga jiwa; jiwa yang tenang, jiwa yang menyesali diri dan jiwa yang memerintahkan keburukan.

BACA JUGA: Jiwa dan Ruh; Sama ataukah Berbeda?

Sebagian manusia ada yang dikuasai jiwa yang ini dan ada juga yang dikuasai jiwa yang itu. Yang benar, jiwa hanya satu namun memiliki sifat yang berbeda.

Pada dasarnya jiwa manusia memerintahkan keburukan, saat iman datang berubah menjadi jiwa yang menyesali diri, melakukan dosa kemudian mencela si pelaku dan menyesali antara melakukan dosa dan meninggalkan perintah, kemudian setelah keimanan menguat, jiwa menjadi tenang. []

Sumber: Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah (Misteri Kematian – Menguak Fenomena Kematian & Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat / Penulis: Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli / Cetakan Pertama: Rabiul Awwal 1439 H/Nopember 2017 M / Penerbit: Pustaka Dhiya’ul Ilmi

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119