Home KajianRasulullah ﷺ Tidak Ingin Menyulitkan Umatnya

Rasulullah ﷺ Tidak Ingin Menyulitkan Umatnya

Dari hadis ini kita belajar bahwa Rasulullah ﷺ adalah sosok yang sangat penyayang kepada umatnya.

by Abu Umar
0 comments 6 views

Islam adalah agama yang dibangun di atas kemudahan, kasih sayang, dan pengangkatan kesulitan dari manusia. Syariat yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad ﷺ tidak bertujuan memberatkan umat, tetapi justru menjadi rahmat yang memudahkan mereka dalam menjalankan ibadah dan kehidupan sehari-hari.

Salah satu dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah hadis yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Beliau berkata:

جَمَعَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ بِالْمَدِينَةِ فِي غَيْرِ خَوْفٍ وَلَا مَطَرٍ

“Rasulullah ﷺ pernah menjamak antara shalat Zhuhur dan Ashar, serta Maghrib dan Isya di Madinah, bukan karena takut dan bukan pula karena hujan.”  (HR. Muslim no. 705)

BACA JUGA:  Benarkah Bahwa Kedudukan Terpuji yang telah Allah ‘Azza wa Jalla Janjikan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Adalah Arsy?

Dalam salah satu riwayat, ketika ditanya tentang alasan Rasulullah ﷺ melakukan hal tersebut, Ibnu ‘Abbas menjawab:

كَيْ لَا يُحْرِجَ أُمَّتَهُ

“Agar beliau tidak menyulitkan umatnya.”

Dalam riwayat lainnya beliau berkata:

أَرَادَ أَنْ لَا يُحْرِجَ أُمَّتَهُ

“Beliau ingin agar tidak menyulitkan umatnya.”

Hadis ini menunjukkan betapa besar perhatian Rasulullah ﷺ terhadap kondisi umatnya. Beliau sangat menginginkan kemudahan bagi mereka dan tidak menyukai sesuatu yang memberatkan tanpa alasan yang dibenarkan syariat.

Prinsip kemudahan ini juga ditegaskan oleh Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an:

banner

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu.”  (QS. Al-Baqarah: 185)

Demikian pula Allah berfirman:

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ

“Dan Dia tidak menjadikan kesempitan untukmu dalam agama.”  (QS. Al-Hajj: 78)

Para ulama menjelaskan bahwa hadis Ibnu ‘Abbas ini menjadi salah satu dalil bahwa syariat Islam memberikan rukhsah (keringanan) ketika terdapat kebutuhan atau kesulitan yang nyata. Namun, keringanan tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk meremehkan ibadah atau mengikuti hawa nafsu. Kemudahan dalam Islam selalu berada dalam koridor dalil dan tuntunan syariat.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa syariat seluruhnya dibangun di atas maslahat dan kemudahan bagi hamba, serta menjauhkan mereka dari kesulitan yang tidak mampu mereka pikul.

BACA JUGA:  Apakah Umat-umat Terdahulu Ditanya dalam Kubur?

Dari hadis ini kita belajar bahwa Rasulullah ﷺ adalah sosok yang sangat penyayang kepada umatnya. Beliau tidak menghendaki umatnya terjatuh ke dalam kesempitan dan kesulitan yang berlebihan. Karena itu, seorang muslim hendaknya mensyukuri kemudahan-kemudahan yang Allah berikan dalam syariat, mengamalkan rukhsah ketika memang dibutuhkan, dan tetap berusaha menjalankan ibadah sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.

Semakin seseorang memahami syariat dengan benar, semakin ia akan melihat bahwa seluruh ajaran Islam dipenuhi hikmah, kemudahan, dan kasih sayang. Sebagaimana Allah mengutus Rasulullah Muhammad ﷺ sebagai rahmat bagi seluruh alam, maka syariat yang beliau bawa pun merupakan rahmat yang memudahkan, bukan menyulitkan. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119