Home KajianBolehkah Tidur Setelah Sholat Ashar?

Bolehkah Tidur Setelah Sholat Ashar?

Bisa jadi seseorang memang membutuhkan istirahat karena sakit, kelelahan bekerja, kurang tidur, atau kondisi tertentu lainnya.

by Abu Umar
0 comments 5 views

Di tengah masyarakat, sering terdengar anggapan bahwa tidur setelah sholat Ashar dapat menyebabkan hilang akal atau membawa mudarat tertentu. Bahkan sebagian orang menyangka ada hadits Nabi ﷺ yang melarang hal tersebut. Namun seorang muslim hendaknya berhati-hati dalam menyandarkan ucapan kepada Rasulullah ﷺ tanpa ilmu.

Ada sebuah riwayat yang berbunyi:

“Siapa yang tidur setelah Ashar lalu hilang akalnya, maka jangan salahkan kecuali dirinya sendiri.”

Namun para ulama ahli hadits menjelaskan bahwa riwayat ini tidak shahih. Bahkan sebagian ulama menilainya sangat lemah atau palsu.

BACA JUGA:  Posisi Tidur yang Dibenci Allah

Di antara yang menjelaskan kelemahan hadits tersebut adalah Muhammad Nasiruddin al-Albani rahimahullah. Beliau memasukkan riwayat ini dalam kitab Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah no. 39 dan menjelaskan bahwa hadits tersebut tidak bisa dijadikan sandaran hukum.

Karena tidak ada hadits shahih yang melarang tidur setelah Ashar, maka hukum asalnya kembali kepada kaidah umum dalam perkara duniawi, yaitu boleh atau mubah.

Islam adalah agama yang dibangun di atas ilmu dan dalil. Sesuatu tidak boleh diharamkan hanya berdasarkan kebiasaan masyarakat atau cerita yang tidak jelas sumbernya. Allah ﷻ berfirman agar manusia tidak berkata atas nama agama tanpa ilmu.

Meskipun demikian, sebagian ulama salaf memang kurang menyukai tidur setelah Ashar jika hal itu menyebabkan malas, lalai, atau mengganggu aktivitas yang bermanfaat. Sebab waktu setelah Ashar termasuk waktu yang pendek menuju petang, dan sering kali menjadi kesempatan untuk berdzikir, membaca Al-Qur’an, atau menyelesaikan pekerjaan.

BACA JUGA:  Bolehkah Hukum Tidur dalam Kondisi Junub?

Namun ketidaksukaan tersebut bukan berarti haram. Bisa jadi seseorang memang membutuhkan istirahat karena sakit, kelelahan bekerja, kurang tidur, atau kondisi tertentu lainnya.

Al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah juga menyebutkan bahwa pola tidur yang buruk memang dapat memengaruhi kesehatan tubuh. Akan tetapi, pembahasan kesehatan berbeda dengan penetapan hukum syariat.

Karena itu, seorang muslim hendaknya membedakan antara larangan syariat dengan sekadar kebiasaan atau pengalaman sebagian orang. Jangan mudah menyebarkan hadits sebelum memastikan keshahihannya. []

RUJUKAN: KONSULTASI SYRARIAH

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119