Sebagian ulama berpendapat bahwa dosa-dosa besar berjumlah tujuh. Mereka berhujah dengan sabda Rasulullah Muhammad ﷺ, “Jauhilah tujuh dosa yang membinasakan.”
Kemudian Rasulullah Muhammad ﷺ menyebutkan tujuh dosa tersebut, yaitu menyekutukan Allah, melakukan sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah, memakan harta anak yatim, memakan riba, melarikan diri dari medan peperangan, serta menuduh wanita-wanita yang baik lagi beriman melakukan zina. (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Hadis ini dengan jelas menunjukkan bahwa dosa-dosa yang disebutkan oleh Rasulullah Muhammad ﷺ tersebut termasuk dosa-dosa besar. Beliau menyebutnya sebagai dosa-dosa yang membinasakan karena dosa-dosa tersebut dapat membawa kebinasaan bagi pelakunya di dunia maupun di akhirat.
BACA JUGA: Kenalilah Dosa-dosa Besar (al-Kabair)
Karena itu, sebagian ulama berpendapat bahwa jumlah dosa besar hanya ada tujuh dengan berpedoman pada hadis tersebut. Namun, pendapat ini tidak tepat jika dipahami sebagai pembatasan bahwa dosa besar hanya berjumlah tujuh.
Hadis tersebut tidak menunjukkan adanya pembatasan jumlah dosa besar. Rasulullah Muhammad ﷺ dalam hadis itu hanya menyebutkan beberapa dosa besar yang sangat berbahaya, bukan bermaksud menyatakan bahwa tidak ada dosa besar selain tujuh perkara tersebut.
Bisa jadi, keadaan pada saat itu mengharuskan Rasulullah Muhammad menyebutkan dosa-dosa tersebut. Mungkin hadis tersebut merupakan jawaban atas sebuah pertanyaan atau disampaikan karena adanya suatu keadaan tertentu.
Bisa pula Rasulullah Muhammad ﷺ menyebutkan tujuh dosa besar tersebut terlebih dahulu, kemudian pada kesempatan lain menjelaskan dosa-dosa besar lainnya. Kemungkinan-kemungkinan seperti ini menunjukkan bahwa angka tujuh dalam hadis tersebut tidak dapat dijadikan dalil untuk membatasi seluruh dosa besar hanya pada tujuh macam.
Hal ini semakin jelas dengan adanya hadis-hadis lain yang secara tegas menyebutkan dosa besar selain tujuh perkara tersebut.
Di antaranya adalah sabda Rasulullah Muhammad ﷺ,
ألا أنبئكم بأكبر الكبائر؟ قَالُوا : بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: الْإِشْرَاكُ بِاللهِ، وَعُقُوْقُ الوَالِدَيْنِ وَشَهَادَةُ الرُّورِ ))
“Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang dosa-dosa besar yang paling besar?” Para sahabat menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, dan memberikan kesaksian palsu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menunjukkan bahwa durhaka kepada kedua orang tua termasuk dosa besar, bahkan termasuk dosa besar yang paling besar. Demikian pula memberikan kesaksian palsu.
Padahal, kedua dosa tersebut tidak disebutkan dalam tujuh dosa yang membinasakan pada hadis sebelumnya. Namun, Rasulullah Muhammad secara tegas memasukkannya ke dalam kelompok dosa-dosa besar.
BACA JUGA: Dosa Besar: Menyekutukan Allah
Hal ini menunjukkan bahwa dosa besar tidak terbatas hanya pada tujuh macam.
Kesimpulannya, pendapat yang menyatakan bahwa dosa-dosa besar hanya berjumlah tujuh tidak didukung oleh dalil yang jelas. Menjadikan hadis tentang tujuh dosa yang membinasakan sebagai dalil pembatasan jumlah dosa besar juga tidak tepat.
Sebab, terdapat banyak dalil lain yang secara tegas menyebutkan dosa-dosa besar selain tujuh perkara tersebut. Hadis tentang tujuh dosa yang membinasakan menunjukkan bahwa ketujuh perkara itu adalah dosa-dosa besar, tetapi tidak menunjukkan bahwa seluruh dosa besar hanya terbatas pada jumlah tersebut.
Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya berhati-hati terhadap seluruh dosa yang dinyatakan oleh Al-Qur’an dan Sunnah sebagai dosa besar. Tidak cukup bagi seseorang hanya menjauhi tujuh dosa yang disebutkan dalam sebuah hadis, sementara ia meremehkan dosa-dosa besar lainnya yang juga telah diperingatkan oleh Allah dan Rasul-Nya. []
Sumber: 77 Dosa Besar yang Membinasakah / Karya: Syeikh Abdur Razaq bin Abdul Muhsin Al-Badr / Penerbit: Pustaka Imam Syafi’i / Cetakan Pertama: Februari 2025
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

