Home KajianMengapa Seorang Muslim Perlu Mengetahui Dosa-dosa Besar?

Mengapa Seorang Muslim Perlu Mengetahui Dosa-dosa Besar?

Mengenali dosa bukanlah tujuan akhir. Tujuan sebenarnya adalah agar seorang Muslim dapat menjaga dirinya dan tidak terjerumus ke dalam dosa tersebut.

by Abu Umar
0 comments 7 views

Setiap Muslim tentu menginginkan kebaikan dan kebahagiaan, baik dalam kehidupan dunia maupun di akhirat. Namun, untuk meraih keduanya, seorang hamba tidak cukup hanya dengan melakukan berbagai amal kebaikan. Ia juga harus menjaga dirinya dari perbuatan-perbuatan yang mendatangkan kemurkaan Allah.

Di antara perkara yang sangat penting untuk diperhatikan adalah menjaga amalan-amalan yang diwajibkan dan menjauhi dosa-dosa besar.

Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ

“Shalat wajib lima waktu dan Jum’at ke Jum’at berikutnya adalah penggugur dosa-dosa yang ada di antara keduanya, selama dosa-dosa besar tidak dilakukan.” (HR. Muslim).

Hadis ini mengandung pelajaran yang sangat penting. Shalat lima waktu dan shalat Jumat merupakan amalan besar yang menjadi sebab diampuninya dosa-dosa seorang hamba. Namun, penghapusan dosa tersebut disertai dengan syarat, yaitu seorang Muslim harus menjauhi dosa-dosa besar.

BACA JUGA:  Kesedihan sebagai Penggugur Dosa

Hal ini menunjukkan bahwa kebaikan dan kebahagiaan seorang hamba dibangun di atas dua perkara yang harus berjalan secara bersamaan. Pertama, menjaga dan melaksanakan kewajiban yang telah Allah perintahkan. Kedua, menjauhi perkara-perkara besar yang telah Allah haramkan.

Rasulullah Muhammad ﷺ juga bersabda:

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ لِمَا بَيْنَهُمَا مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ

“Shalat lima waktu, Jum’at ke Jum’at berikutnya, dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya adalah penggugur dosa-dosa yang ada di antara keduanya, selama ia tidak melakukan dosa besar.” (HR. Muslim).

Hadis ini kembali menegaskan dua perkara penting dalam kehidupan seorang Muslim. Ia harus bersungguh-sungguh menjaga amal-amal wajib sekaligus berhati-hati agar tidak terjerumus ke dalam dosa-dosa besar.

Seorang Muslim tidak boleh hanya merasa cukup karena dirinya rajin beribadah. Shalat, puasa, dan berbagai amal wajib memang merupakan jalan menuju kebaikan. Namun, pada saat yang sama, ia juga harus memperhatikan perkara-perkara yang dapat merusak agamanya dan mendatangkan dosa besar.

Tidak Mungkin Menjauhi Sesuatu yang Tidak Diketahui

Pertanyaan penting yang perlu direnungkan adalah, bagaimana seseorang dapat menjauhi dosa-dosa besar jika ia tidak mengetahui apa saja yang termasuk dosa besar?

Seseorang tentu tidak mungkin menjaga dirinya dari sebuah bahaya jika ia tidak mengetahui keberadaan bahaya tersebut. Demikian pula dalam urusan agama. Orang yang tidak mengetahui perkara-perkara yang diharamkan dapat dengan mudah terjatuh ke dalamnya tanpa menyadari besarnya bahaya yang sedang dihadapi.

Karena itulah, mempelajari dosa-dosa besar merupakan bagian dari ilmu yang sangat dibutuhkan oleh seorang Muslim.

Al-Qur’an dan Sunnah banyak memberikan peringatan tentang berbagai dosa yang harus dijauhi. Para ulama kemudian meneliti dalil-dalil tersebut, mengumpulkannya, dan menjelaskannya kepada kaum Muslimin agar mereka dapat mengenali jalan-jalan keburukan dan menjauhinya.

Tujuannya bukan sekadar menambah pengetahuan. Ilmu tentang dosa-dosa besar harus melahirkan rasa takut kepada Allah dan mendorong seseorang untuk menjaga dirinya.

Semakin seseorang mengetahui bahaya sebuah dosa, semakin besar pula kewaspadaannya untuk tidak terjerumus ke dalamnya.

Mempelajari dosa-dosa besar bukan berarti seseorang tertarik kepada dosa tersebut. Justru sebaliknya, mengenali keburukan merupakan salah satu cara untuk menghindarinya.

Seseorang yang mengetahui bahwa suatu jalan penuh dengan bahaya tentu akan lebih berhati-hati ketika melewatinya. Bahkan, jika memungkinkan, ia akan memilih jalan lain yang lebih aman.

Demikian pula dosa-dosa besar.

Ketika seorang Muslim mengetahui akibat syirik, ia akan semakin menjaga kemurnian tauhidnya. Ketika ia mengetahui bahaya riba, ia akan lebih berhati-hati dalam urusan hartanya. Ketika ia memahami ancaman terhadap kezaliman, ia akan berusaha menjaga hak orang lain.

Pengetahuan tentang dosa seharusnya melahirkan kewaspadaan, bukan rasa aman.

Tidak sedikit manusia yang terjerumus ke dalam kemaksiatan karena meremehkan dosa. Ada yang mengetahui bahwa suatu perbuatan dilarang, tetapi tidak memahami betapa berat akibatnya. Ada pula yang sama sekali tidak mengetahui bahwa perbuatan tertentu termasuk perkara yang diharamkan.

Karena itu, seorang Muslim membutuhkan ilmu yang membimbingnya untuk mengenali batasan-batasan Allah.

Menjauhi Dosa Harus Berlandaskan Ilmu

Menjauhi kemaksiatan tidak cukup hanya dengan niat baik. Seorang Muslim membutuhkan ilmu agar ia mengetahui apa yang diperintahkan Allah dan apa yang dilarang-Nya.

Inilah salah satu makna penting dari takwa.

Thalq bin Habib menjelaskan bahwa takwa adalah mengamalkan ketaatan kepada Allah berdasarkan cahaya dari Allah dengan mengharap pahala-Nya, serta meninggalkan kemaksiatan kepada Allah berdasarkan cahaya dari Allah karena takut terhadap siksa-Nya.

Ungkapan “berdasarkan cahaya dari Allah” menunjukkan pentingnya ilmu.

Seseorang beribadah kepada Allah dengan ilmu. Ia menaati perintah Allah dengan ilmu. Demikian pula, ia meninggalkan kemaksiatan berdasarkan ilmu.

BACA JUGA: Apakah Dosa Besar Hanya Berjumlah Tujuh?

Bagaimana seseorang dapat meninggalkan sesuatu yang tidak ia ketahui? Bagaimana ia dapat berhati-hati terhadap dosa riba jika tidak memahami bentuk-bentuk riba? Bagaimana ia dapat menjauhi perbuatan zalim jika tidak mengetahui perbuatan apa saja yang termasuk kezaliman?

Oleh karena itu, mempelajari perkara-perkara yang diharamkan merupakan salah satu jalan untuk menjaga diri.

Seorang Muslim perlu mengetahui dosa-dosa besar, memahami bahayanya, mengenali sebab-sebab yang dapat mengantarkan kepadanya, lalu berusaha sungguh-sungguh untuk menjauhinya.

Ilmu Menjadi Cahaya dalam Menjaga Diri

Seorang Muslim memerlukan ilmu yang bermanfaat untuk mengetahui apa saja dosa-dosa besar, perkara-perkara yang diharamkan, serta segala sesuatu yang dilarang oleh Allah.

Dengan ilmu tersebut, seorang hamba dapat menjalankan perintah Allah dengan benar dan meninggalkan larangan-Nya dengan kesadaran.

Tanpa ilmu, seseorang dapat terjatuh ke dalam perkara yang haram tanpa menyadarinya. Ia mungkin menganggap suatu perbuatan sebagai sesuatu yang biasa, padahal perbuatan tersebut merupakan dosa besar di sisi Allah.

Oleh sebab itu, menjauhi dosa besar harus didahului dengan usaha untuk mengenalinya.

Mengenali dosa bukanlah tujuan akhir. Tujuan sebenarnya adalah agar seorang Muslim dapat menjaga dirinya dan tidak terjerumus ke dalam dosa tersebut.

Dengan demikian, ilmu tentang dosa-dosa besar merupakan salah satu bentuk perlindungan bagi seorang Muslim. Ilmu membantunya mengenali jalan-jalan yang berbahaya sebelum ia melangkah terlalu jauh. []

Sumber: 77 Dosa Besar yang Membinasakah / Karya: Syeikh Abdur Razaq bin Abdul Muhsin Al-Badr / Penerbit: Pustaka Imam Syafi’i / Cetakan Pertama: Februari 2025

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119