Ketika mengakhiri shalat, kita biasa mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri. Namun, muncul pertanyaan: apakah pada salam kedua juga disunnahkan menambahkan “wa barakātuh”?
Dalam masalah ini terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sebab, terdapat beberapa riwayat yang menyebutkan lafaz salam dengan tambahan “wa barakātuh”, sementara riwayat lainnya hanya menyebutkan “wa raḥmatullāh”.
Di antara riwayat yang cukup jelas adalah hadis dari Wā’il bin Ḥujr radhiyallahu ‘anhu. Beliau berkata:
صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَكَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، وَعَنْ شِمَالِهِ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
“Aku pernah shalat bersama Nabi ﷺ. Beliau mengucapkan salam ke sebelah kanannya: ‘Assalāmu ‘alaikum wa raḥmatullāhi wa barakātuh,’ dan ke sebelah kirinya: ‘Assalāmu ‘alaikum wa raḥmatullāh.’” (HR. Abu Dawud no. 997).
BACA JUGA: Tangisan Seperti Apa yang Membatalkan Shalat?
Berdasarkan riwayat tersebut, tambahan “wa barakātuh” terdapat pada salam pertama, sedangkan salam kedua cukup dengan “Assalāmu ‘alaikum wa raḥmatullāh.”
Syaikh ‘Abdullah Al-Fauzan juga menjelaskan bahwa riwayat yang mahfuzh dalam masalah ini adalah salam ke kanan dan ke kiri dengan lafaz “Assalāmu ‘alaikum wa raḥmatullāh”, dengan adanya riwayat yang memberikan tambahan “wa barakātuh” pada salam pertama.
Namun, bukan berarti tidak ada sama sekali riwayat yang menyebutkan “wa barakātuh” pada salam kedua. Terdapat riwayat lain yang dinukil dari sejumlah jalur, di antaranya dari Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, yang menyebutkan tambahan tersebut pada kedua salam. Karena itu, para ulama berbeda dalam menilai dan mengamalkan riwayat-riwayat tersebut.
Maka, bagi seseorang yang mengucapkan salam kedua dengan “Assalāmu ‘alaikum wa raḥmatullāh”, hal itu memiliki dasar yang kuat dalam hadis.
BACA JUGA: Dzikir Sesudah Shalat Dhuha
Adapun menambahkan “wa barakātuh” pada salam kedua, terdapat riwayat yang mendukungnya, tetapi riwayat Wā’il bin Ḥujr yang jelas menyebutkan tambahan tersebut pada salam pertama dan tidak pada salam kedua.
Kesimpulannya, lafaz yang paling kuat dan masyhur untuk salam kedua adalah:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
“Assalāmu ‘alaikum wa raḥmatullāh.”
Adapun tambahan “wa barakātuh” pada salam pertama memiliki dasar riwayat yang jelas.
Wallāhu a‘lam. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

