Home Yaumul HisabMereka yang Dilindungi dari Siksa Kubur

Mereka yang Dilindungi dari Siksa Kubur

Setiap hari merupakan kesempatan untuk memperbaiki amal, memperbanyak taubat, dan mempersiapkan bekal menuju akhirat.

by Abu Umar
0 comments 20 views

Siksa kubur merupakan salah satu perkara yang patut ditakuti oleh setiap muslim. Oleh karena itu, seorang hamba hendaknya senantiasa memohon perlindungan kepada Allah dari siksa dan fitnah kubur.

Namun, terdapat beberapa golongan yang disebutkan dalam hadis-hadis mendapatkan perlindungan dari fitnah atau siksa kubur. Di antaranya adalah orang yang meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat, meninggal karena penyakit perut, meninggal syahid di jalan Allah, meninggal ketika menjaga perbatasan kaum muslimin, serta orang yang menjaga hubungannya dengan Surah Al-Mulk.

1. Meninggal pada Hari Jumat

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr r.a. bahwa Rasulullah Muhammad bersabda, “Tidaklah seorang muslim meninggal dunia pada hari Jumat atau malam Jumat, melainkan Allah akan melindunginya dari fitnah kubur.” (HR. at-Tirmidzi dan Ahmad).

Hadis ini menunjukkan keutamaan bagi seorang muslim yang meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat. Allah memberikan kepadanya perlindungan dari fitnah kubur.

Hal ini merupakan karunia Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun, tentu saja kematian pada hari atau malam Jumat bukanlah sesuatu yang dapat diusahakan oleh manusia. Seorang muslim tetap diperintahkan untuk mempersiapkan kematian dengan iman, amal saleh, dan ketakwaan kepada Allah.

BACA JUGA:  Siksa Kubur Didengar Hewan

2. Meninggal karena Penyakit Perut

Diriwayatkan dari Abu Ishaq as-Subai’i bahwa Salman bin Shurad berkata kepada Khalid al-Arthafi, “Apakah engkau tidak mendengar bahwa Rasulullah Muhammad bersabda, ‘Barangsiapa meninggal dunia karena penyakit perutnya, ia tidak akan disiksa di dalam kuburnya.’” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Penyakit yang menimpa seorang muslim dapat menjadi ujian sekaligus sebab terhapusnya dosa-dosa. Jika seorang hamba bersabar dan mengharap pahala dari Allah, maka musibah yang menimpanya dapat menjadi jalan datangnya pahala dan rahmat Allah.

3. Meninggal Syahid di Jalan Allah

Orang yang meninggal syahid di jalan Allah juga mendapatkan keutamaan berupa perlindungan dari fitnah kubur.

Diriwayatkan dari Rasyid bin Sa’ad, dari salah seorang sahabat Rasulullah Muhammad, bahwa seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa orang-orang mukmin diuji di dalam kubur, kecuali orang yang mati syahid?”

Rasulullah Muhammad menjawab, “Cukuplah kilatan pedang di atas kepalanya sebagai ujian.” (HR. an-Nasa’i).

Orang yang menghadapi peperangan di jalan Allah telah menghadapi ujian yang sangat besar. Oleh karena itu, terdapat keutamaan khusus yang Allah berikan kepada orang yang meninggal dalam keadaan syahid.

4. Meninggal Saat Menjaga Perbatasan

Diriwayatkan dari Fadhalah bin Ubaid r.a. bahwa Rasulullah Muhammad bersabda, “Setiap orang yang meninggal dunia akan ditutup amalnya, kecuali orang yang menjaga perbatasan di jalan Allah. Sesungguhnya amalnya akan terus dikembangkan baginya hingga hari Kiamat, dan ia akan aman dari fitnah kubur.” (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi).

Dalam riwayat lain, Salman al-Farisi r.a. berkata bahwa Rasulullah Muhammad bersabda, “Menjaga perbatasan selama sehari semalam lebih baik daripada berpuasa dan melaksanakan qiyamulail selama sebulan. Jika ia meninggal dunia, amal yang biasa ia lakukan tetap mengalir baginya, rezekinya terus diberikan kepadanya, dan ia aman dari fitnah.” (HR. Muslim).

Hadis-hadis tersebut menunjukkan besarnya keutamaan orang yang menjaga perbatasan kaum muslimin di jalan Allah. Ia mendapatkan pahala yang besar, dan Allah memberikan kepadanya perlindungan dari fitnah kubur.

5. Membaca Surah Al-Mulk

Di antara amalan yang disebutkan dalam hadis sebagai sebab keselamatan dari siksa kubur adalah menjaga dan membaca Surah Al-Mulk.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. bahwa salah seorang sahabat Rasulullah Muhammad pernah mendirikan tendanya di atas sebuah kuburan tanpa mengetahui bahwa tempat tersebut adalah kuburan.

Ternyata, ia mendengar seseorang di dalam kubur membaca Surah Al-Mulk hingga selesai. Kemudian sahabat tersebut mendatangi Rasulullah Muhammad dan menceritakan apa yang dilihatnya.

Rasulullah Muhammad bersabda, “Itulah Surah Al-Mulk, pelindung dan penyelamat yang menyelamatkannya dari siksa kubur.” (HR. at-Tirmidzi).

Surah Al-Mulk juga dikenal sebagai salah satu surah yang memberikan syafaat kepada orang yang menjaganya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah Muhammad bersabda, “Sesungguhnya ada satu surah dari Al-Qur’an yang terdiri atas tiga puluh ayat. Surah itu memberikan syafaat kepada seseorang hingga ia diampuni. Surah itu adalah Tabarakalladzi biyadihil mulk.” (HR. at-Tirmidzi dan Abu Dawud).

Hal ini menjadi dorongan bagi setiap muslim untuk membiasakan diri membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan kandungan Surah Al-Mulk.

BACA JUGA:  Apakah Siksa Kubur Itu Adalah Benar Adanya?

Catatan tentang Meninggal pada Hari Jumat

Terdapat hadis dari Abdullah bin Amr r.a. bahwa Rasulullah Muhammad bersabda, “Tidaklah seorang muslim meninggal dunia pada hari Jumat atau malam Jumat, melainkan Allah akan melindunginya dari fitnah kubur.” (HR. at-Tirmidzi).

Hadis tersebut menunjukkan adanya keutamaan bagi seorang muslim yang meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat, yaitu perlindungan dari fitnah kubur.

Namun, seorang muslim tidak boleh hanya berharap mendapatkan kematian pada waktu tertentu. Yang jauh lebih penting adalah mempersiapkan diri agar meninggal dalam keadaan beriman dan husnul khatimah.

Setiap hari merupakan kesempatan untuk memperbaiki amal, memperbanyak taubat, dan mempersiapkan bekal menuju akhirat.

Semoga Allah melindungi kita dari fitnah dan siksa kubur, memberikan kepada kita keistiqamahan dalam beriman, serta mewafatkan kita dalam keadaan husnul khatimah. []

Sumber: Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah (Misteri Kematian – Menguak Fenomena Kematian & Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat / Penulis: Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli / Cetakan Pertama: Rabiul Awwal 1439 H/Nopember 2017 M / Penerbit: Pustaka Dhiya’ul Ilmi

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119