Islam adalah agama yang penuh kemudahan. Tidak semua ibadah yang berkaitan dengan masjid dan shalat terhalang bagi wanita ketika sedang haid atau nifas. Ada amalan-amalan tertentu yang tetap boleh dilakukan, termasuk berdzikir dan menjawab azan.
Wanita yang sedang haid atau nifas dibolehkan menjawab azan ketika mendengar muazin mengumandangkan azan. Demikian pula orang yang sedang dalam keadaan junub. Tidak ada larangan yang menghalangi mereka untuk menjawab panggilan azan.
Memang, para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Namun, pendapat yang lebih kuat adalah bahwa haid, nifas, dan janabah tidak menghalangi seseorang untuk berdzikir kepada Allah Ta’ala.
BACA JUGA: Cara Membersihkan Najis pada Baju, Kencing Anak Kecil, dan Lantai Menurut Tuntunan Syariat
Menjawab azan sendiri termasuk bentuk dzikir kepada Allah. Karena itu, seorang wanita yang sedang haid atau nifas tetap dapat memperoleh keutamaan menjawab azan ketika mendengarnya.
Ketika muazin mengucapkan:
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ
maka ia menjawab:
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ
Demikian pula pada kalimat-kalimat berikutnya, ia mengikuti ucapan muazin. Namun, ketika muazin mengucapkan:
حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ
dan
حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ
maka ia menjawab:
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
“Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ:
إِذَا سَمِعْتُمُ النِّدَاءَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ
“Apabila kalian mendengar azan, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muazin.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits tersebut menunjukkan anjuran untuk menjawab azan ketika mendengarnya. Tidak terdapat dalil sahih yang secara khusus melarang wanita haid atau nifas untuk melakukan hal tersebut.
Bahkan, secara umum, haid, nifas, dan janabah tidak menghalangi seseorang untuk berdzikir kepada Allah. Seorang wanita yang sedang haid tidak berarti harus meninggalkan seluruh bentuk ibadah. Ia masih dapat berdoa, berdzikir, beristighfar, bershalawat kepada Nabi ﷺ, bersedekah, mendengarkan nasihat agama, dan melakukan berbagai amal saleh lainnya.
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab: 41)
Ayat ini merupakan dorongan agar seorang mukmin senantiasa mengingat Allah dalam berbagai keadaan.
BACA JUGA: Pantalon (Celana Panjang) bagi Wanita
Adapun berdzikir di tempat buang hajat, maka hendaknya seseorang menjaga adab dengan tidak melafalkan dzikir secara lisan di dalamnya.
Jadi, wanita yang sedang haid atau nifas tidak perlu merasa terhalang untuk menjawab azan. Ketika mendengar azan, ia dapat mengikuti ucapan muazin dan setelah itu membaca shalawat serta doa setelah azan.
Haid dan nifas bukanlah penghalang untuk mengingat Allah. Selama hati masih hidup, lisan masih dapat berdzikir, dan pintu ketaatan masih terbuka. []
Sumber: Fiqih Muslimah, Ibadat – Muamalat, Karya: Ibrahim Muhammad Al-Jamal, Pustaka Amani, Cetakan I, Rajab 1415 H (Desember 1994)
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

