Home Kisah Nabi-nabiMeninggalnya Nabi Adam

Meninggalnya Nabi Adam

Para malaikat pun mencabut nyawanya, memandikan, mengafani, memberikan wewangian, menggali lubang dan membuatkannya lubang lahad untuknya serta menyalatkannya.

by Abu Umar
0 comments 4 views

Inilah kisah yang menyampaikan kepada kita tentang detik-detik terakhir dalam kehidupan bapak kita, Adam, apa yang dialami ketika sakratul maut, serta malaikat yang mengurusi semuanya, mulai dari memandikan, mengafani, memberikan wewangian, menggali kuburnya, menyalatkannya, memasukkannya ke dalam lubang kuburan, dan menimbunnya dengan tanah.

Semua itu dilakukan untuk memberikan pengajaran kepada anak keturunannya sepeninggal beliau tentang amalan-amalan yang harus dilakukan atas orang yang meninggal di antara mereka.

Teks Hadis

Dari ‘Utai, dia berkata, “Aku pernah melihat seorang lelaki tua di Madinah sedang berbicara. Maka aku bertanya kepada orang-orang tentang siapa dia. Mereka menjawab, ‘Ini adalah Ubay bin Ka’ab.'”

BACA JUGA: Kesempurnaan Penciptaan Nabi Adam

Lalu ia berkata, “Sesungguhnya Adam ketika ajalnya tiba, dia berkata kepada anak-anaknya, ‘Wahai anakku, sesungguhnya aku menginginkan buah dari surga.’ Mereka kemudian pergi memintakan buah untuk Adam. Lalu para malaikat menyambut mereka dengan membawa kain kafannya (Adam) dan keranda. Mereka juga membawa kapak, sekop, dan keranjang buah.

Para malaikat lantas bertanya kepada mereka, ‘Wahai Bani Adam, apa yang kalian inginkan dan kalian minta?’ Atau, dalam riwayat lain disebutkan, ‘Apa yang kalian inginkan dan hendak ke mana kalian pergi?’

Mereka menjawab, ‘Bapak kami sakit dan menginginkan buah surga.’

Para malaikat menjawab, ‘Kembalilah! Sungguh telah ditetapkan keputusan untuk bapak kalian (kematian).’

Mereka pun datang. Ketika Hawa melihat para malaikat dan ia tahu siapa mereka, maka ia kembali kepada Adam untuk menjaganya. Namun Adam berkata kepada Hawa, ‘Menyingkirlah kamu dariku. Aku telah diberi dari sisimu, maka biarkan yang berada di antara aku dan para malaikat adalah Rabbku Tabaaraka wa Ta’ala.’

BACA JUGA: Umur Nabi Adam dan Kisah Nabi Dawud

Maka para malaikat pun mencabut nyawanya, memandikan, mengafani, memberikan wewangian, menggali lubang dan membuatkannya lubang lahad untuknya serta menyalatkannya.

Kemudian, mereka masuk ke dalam makamnya dan meletakkan Adam ke dalam kuburnya. Mereka letakkan batu bata di atasnya untuk menutupinya, kemudian mereka keluar dari dalam makamnya.

Setelah itu, mereka menimbunnya dengan tanah seraya berkata, ‘Wahai anak Adam, ini adalah sunnah kalian.’ []

Sumber: Kisah-kisah dalam Hadist Nabi Versi Tadabbur (Shahih Al-Qashash An-Nabiwi) / Penulis: Dr. Umar Sulaiman ‘Abdullah Al-Asyqar / Penerbit: Dar An-Nafa’is, Yordania / Cetakan Pertama: 1418 H/1997 M

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119