Home SirahHasyim Pergi, Abdul Muthallib Datang

Hasyim Pergi, Abdul Muthallib Datang

'Abdul Muthallib tinggal bersama Al-Muthallib hingga dewasa. Suatu ketika, Al-Muthallib pergi ke Rodan, Yaman, yang menjadi perjalanan terakhirnya. Di tempat itulah dia meninggal.

by Abu Umar
0 comments 3 views

Gaza, Palestina, menjadi tempat singgah terakhir Hasyim bin ‘Abdu Manaf. Dia wafat di sana, jauh dari Yatsrib, tempat istrinya, Salma binti Amru, tinggal. Hasyim meninggal dalam perjalanannya berniaga ke Syam.

Sebenarnya, Hasyim terasa berat berangkat ke Syam mengingat istrinya sedang mengandung. Namun, dia harus berdagang untuk menghidupi istri dan anaknya kelak. Salma pun dengan ikhlas melepas kepergian suaminya ke Syam. Tangisan mengiringi keberangkatan Hasyim.

Tidak diduga, Hasyim meninggal dalam perjalanan. Salma ditinggal pergi oleh suaminya tercinta, selamanya, saat usia kandungannya kian menua.

Pada tahun 480 M, Salma melahirkan putranya yang diberi nama ‘Abdul Muthallib, kakek Rasulullah ﷺ. Salma memanggil anaknya dengan Syaibah karena uban di kepalanya. Dia mendidik anaknya di rumah ayahnya (Hasyim) di Yatsrib. Sementara tidak seorang pun dari keluarganya di Makkah yang tahu tentang keberadaan Salma.

BACA JUGA:  Mutiara Nasihat Nabi Muhammad ﷺ

Hasyim bertemu pertama kali dengan Salma di Yatsrib. Ketika itu, ia sedang dalam perjalanan ke Syam dan singgah sebentar di Yatsrib. Tidak disangka, ia bertemu dengan jodohnya di sana: Salma.

Sepeninggal Hasyim, urusan penanganan makanan dan minuman bagi para tamu Allah dilimpahkan kepada saudara Hasyim, Al-Muthallib bin ‘Abdu Manaf. Ia adalah seorang laki-laki terpandang dan terhormat yang dijuluki Al-Fayyadh (Sang Dermawan).

Telah cukup lama Al-Muthallib tidak berjumpa Syaibah (Abdul Muthallib). Ia berusaha mencari anak Hasyim tersebut, tetapi tak kunjung berhasil.

Sampai suatu hari, ia mendengar berita tentang keberadaan Abdul Muthallib. Al-Muthallib segera mencarinya. Usahanya tak sia-sia. Ia berhasil menemukan ‘Abdul Muthallib, yang saat itu berusia tujuh atau delapan tahun.

Sebuah pertemuan yang mengharukan terjadi. Air mata Al-Muthallib berlinangan. Ia memeluk ‘Abdul Muthallib, rasa rindunya telah terbayarkan. Ia menaikkan ‘Abdul Muthallib ke atas tunggangannya dan memboncengnya, tetapi ‘Abdul Muthallib menolak.

Al-Muthallib pun meminta persetujuan Salma, ibunda ‘Abdul Muthallib, agar diizinkan membawa pergi anaknya. Tetapi sang ibu menolak permintaan itu. Salma tak ingin melepas buah hatinya yang sangat dia sayangi.

Namun, hati Salma akhirnya luluh juga saat Al-Muthallib berkata, “Sesungguhnya dia (Abdul Muthallib) akan ikut bersamaku menuju kekuasaan yang diwarisi oleh ayahnya (Hasyim), menuju Tanah Haram.”

Mendengar itu, Salma mengizinkan ‘Abdul Muthallib pergi dengan berboncengan di keledai milik Al-Muthallib.

BACA JUGA:  Kesabaran Nabi Muhammad ﷺ Menghadapi ‘Uqbah bin Abi Mu’ith

‘Abdul Muthallib tinggal bersama Al-Muthallib hingga dewasa. Suatu ketika, Al-Muthallib pergi ke Rodan, Yaman, yang menjadi perjalanan terakhirnya. Di tempat itulah dia meninggal.

Kekuasaannya diteruskan oleh ‘Abdul Muthallib. Dia menggariskan kebijakan terhadap kaumnya sama persis dengan nenek moyangnya.

Namun, pengaruh ‘Abdul Muthallib melampaui para leluhurnya. Dia mendapatkan kedudukan dan martabat di hati kaumnya yang belum pernah dicapai para pendahulunya. Dia dicintai, sehingga karisma dan wibawanya semakin besar. []

Sumber: The Great Story of Muhammad ﷺ : Referensi Lengkap Hidup Rasulullah ﷺ dari Sebelum Kelahiran hingga Detik-detik Terakhir / Penyusun: Ahmad Hatta, dkk. / Penerbit: Maghfirah Pustaka / Cetakan Keenam, September 2016 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119