Dalam kehidupan rumah tangga, banyak orang mendambakan hadirnya pasangan yang dapat menjadi tempat berteduh, teman berjuang, sekaligus jalan menuju kebaikan. Bagi seorang istri, sosok suami idaman bukan hanya diukur dari kemampuan materi, penampilan, atau kedudukan. Yang lebih utama adalah akhlak, tanggung jawab, dan kesungguhannya dalam membimbing keluarga menuju ridha Allah.
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal hafizhahullah menyebutkan beberapa kriteria suami idaman yang insya Allah akan membawa keberkahan dalam rumah tangga. Kriteria ini bukan sekadar daftar harapan, tetapi juga pengingat bagi para suami untuk terus memperbaiki diri.
Kriteria pertama adalah memahami agama.
Seorang suami yang memiliki ilmu agama akan lebih mampu menjadi imam terbaik bagi keluarganya. Ia tidak hanya memimpin dalam urusan dunia, tetapi juga mengarahkan istri dan anak-anak kepada ibadah, akhlak mulia, dan ketaatan kepada Allah.
BACA JUGA: Jangan Sakiti Suami Tanpa Alasan yang Benar
Kedua, suami peduli terhadap kebaikan agama istri dan anak-anaknya.
Ia tidak hanya sibuk mengejar urusan dunia, tetapi juga memperhatikan shalat, pendidikan agama, adab, dan lingkungan yang baik bagi keluarganya. Kepedulian ini menunjukkan bahwa ia ingin keluarganya selamat, bukan hanya sukses secara duniawi.
Ketiga, suami memberikan nafkah dengan baik.
Nafkah yang halal dan mencukupi merupakan bentuk tanggung jawab yang besar. Bukan sekadar jumlahnya, tetapi juga cara memperolehnya yang harus bersih dan penuh keberkahan.
Keempat, suami berusaha meluangkan waktu untuk istri dan anak.
Kesibukan kerja tidak seharusnya membuat keluarga merasa ditinggalkan. Kehadiran seorang ayah dan suami di tengah keluarga sering kali lebih berharga daripada banyaknya fasilitas yang diberikan.
Kelima, suami banyak memaklumi kekurangan dan terus memperbaiki diri.
Tidak ada manusia yang sempurna. Rumah tangga akan lebih tenang ketika suami dan istri saling memahami, tidak mudah menyalahkan, dan sama-sama berusaha menjadi lebih baik.
BACA JUGA: Suami, Bantulah Pekerjaan Istrimu di Rumah
Keenam, suami memiliki kewajiban memenuhi hajat istri.
Dalam Islam, hubungan suami istri bukan hanya urusan lahiriah, tetapi juga bagian dari menjaga keharmonisan, kasih sayang, dan hak masing-masing pasangan.
Ketujuh, suami tidak banyak curiga kepada istri.
Sikap berprasangka buruk hanya akan merusak kepercayaan dan menumbuhkan jarak dalam rumah tangga. Sebaliknya, kepercayaan yang dibangun di atas kejujuran akan membuat hubungan lebih tenang.
Semoga setiap suami diberi kemampuan untuk menjadi pemimpin yang baik bagi keluarganya, dan setiap rumah tangga dipenuhi sakinah, mawaddah, rahmah, serta keberkahan dari Allah سبحانه وتعالى. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

