Home KajianHalal Itu Mencukupi

Halal Itu Mencukupi

Doa ini menunjukkan bahwa kecukupan sejati bukanlah memiliki segalanya, melainkan merasa cukup dengan apa yang Allah halalkan.

by Abu Umar
0 comments 12 views

Islam mengajarkan bahwa ukuran keberhasilan dan kebahagiaan bukanlah semata-mata banyaknya harta, luasnya usaha, atau melimpahnya keuntungan yang diperoleh seseorang. Yang menjadi ukuran utama adalah keberkahan yang Allah Ta’ala letakkan pada sesuatu yang diperoleh dengan cara yang benar dan diridhai-Nya. Oleh karena itu, seorang muslim diperintahkan untuk selalu memilih jalan yang halal meskipun terkadang hasilnya tampak lebih sedikit dibandingkan jalan yang haram.

Allah Ta’ala berfirman:

قُل لَّا يَسۡتَوِي ٱلۡخَبِيثُ وَٱلطَّيِّبُ وَلَوۡ أَعۡجَبَكَ كَثۡرَةُ ٱلۡخَبِيثِ

“Katakanlah, ‘Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu.'” (QS. al-Ma’idah: 100)

Ayat yang agung ini mengingatkan bahwa sesuatu tidak dinilai dari jumlahnya semata. Terkadang kebatilan, kemaksiatan, atau harta haram tampak lebih banyak dan lebih menggiurkan. Namun di sisi Allah, yang sedikit tetapi baik jauh lebih bernilai daripada yang banyak tetapi buruk.

BACA JUGA:  Keutamaan Rezeki yang Halal dan Celaan Rezeki yang Haram

Ketika menafsirkan ayat tersebut, al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa sedikit perkara halal yang bermanfaat lebih baik daripada banyaknya keharaman yang membawa mudarat. Ini merupakan kaidah penting dalam kehidupan seorang muslim. Harta yang halal mungkin tidak membuat seseorang menjadi orang terkaya, tetapi ia menghadirkan ketenangan, keberkahan, dan keselamatan di dunia maupun akhirat.

Sebaliknya, harta yang diperoleh dengan cara haram sering kali terlihat menguntungkan pada awalnya. Akan tetapi, di baliknya terdapat berbagai keburukan, seperti hilangnya keberkahan, kerasnya hati, rusaknya hubungan dengan Allah, serta ancaman hisab yang berat pada Hari Kiamat. Karena itu, seorang mukmin tidak tertipu oleh banyaknya keuntungan yang diperoleh melalui jalan yang dilarang syariat.

Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan sebuah doa yang sangat indah:

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ

“Ya Allah, cukupkanlah diriku dengan yang Engkau halalkan dan jauhkan aku dari membutuhkan yang haram.” (HR. at-Tirmidzi no. 3563, hasan)

BACA JUGA:  Tingkat Kehalalan dan Keharaman Rezeki

Doa ini menunjukkan bahwa kecukupan sejati bukanlah memiliki segalanya, melainkan merasa cukup dengan apa yang Allah halalkan. Seorang hamba yang diberi sifat qana’ah akan merasakan ketenangan meskipun hartanya tidak banyak. Ia yakin bahwa rezeki yang halal, walaupun sedikit, akan mencukupi kebutuhannya apabila Allah memberkahinya.

Oleh karena itu, hendaknya setiap muslim senantiasa menjaga diri dari segala bentuk keharaman dalam mencari nafkah, berdagang, bekerja, maupun bermuamalah. Jangan sampai keinginan untuk memperoleh lebih banyak membuat kita mengorbankan prinsip-prinsip syariat. Ingatlah bahwa yang halal itu mencukupi, sedangkan yang haram tidak akan pernah membawa keberkahan. Sedikit yang halal lebih baik daripada banyak yang haram, karena keberkahan selalu menyertai apa yang diridhai oleh Allah Ta’ala. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119