Home KajianAkibat Maksiat dan Dosa

Akibat Maksiat dan Dosa

Termasuk kelalaianmu terhadap diri sendiri dan keberpalinganmu dari Allah adalah jika kamu melihat perkara yang menyebabkan Allah murka, tetapi kamu mendiamkannya.

by Abu Umar
0 comments 273 views

Disebutkan dalam Mu’jam ath-Thabrani dan selainnya, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas, ia mengatakan bahwa Rasulullah bersabda:

(( مَا طَفَفَ قَوْمٌ كَيْلًا، وَلَا بَخَسُوا مِيزَانًا، إِلَّا مَنَعَهُمُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الْقَطْرَ، وَمَا ظَهَرَ في قَوْمِ الزِّنَا إِلَّا ظَهَرَ فِيهِمُ الْمَوْتُ، وَمَا ظَهَرَ فِي قَوْمِ الرِّبَا إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجُنُونَ، وَلَا ظَهَرَ فِي قَوْمِ الْقَتْلُ – يَقْتُلُ بَعْضُهُمْ بَعْضًا إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوَّهُمْ، وَلَا ظَهَرَ فِي قَوْمٍ عَمَلُ قَوْمِ لُوطٍ إِلَّا ظَهَرَ فِيهِمُ الْخَسْفُ، وَمَا تَرَكَ قَوْمُ الْأَمْرَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيَ عَنِ الْمُنْكَرِ إِلَّا لَمْ تُرفَعُ أَعْمَالُهُمْ وَلَمْ يُسْمَعُ دُعَاؤُهُمْ ))

“Tidaklah suatu kaum mengurangi takaran dan mengelabui timbangan, melainkan Allah akan mencegah turunnya hujan kepada mereka. Tidaklah zina tampak pada suatu kaum, melainkan kematian tampak pada mereka. Tidaklah riba tampak pada suatu kaum, melainkan Allah akan menjadikan mereka dikuasai kegilaan. Tidaklah pembunuhan tampak pada suatu kaum, sebagian mereka membunuh sebagian yang lain, melainkan Allah akan memberikan kekuasaan kepada musuh mereka. Tidaklah perbuatan kaum Luth tampak pada suatu kaum, melainkan tanah longsor tampak pada mereka. Tidaklah pula suatu kaum meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar, melainkan amal-amal mereka tidak akan diangkat (ke langit) dan doa mereka tidak didengarkan.”

BACA JUGA:  Orang-orang yang Berbuat Dosa

Riwayat ini juga disebutkan oleh Ibnu Abid Dun-ya yakni dari Ibrahim bin al-Asy’ats, dari Abdurrahman bin Zaid, dari ayahnya, dari Sa’id.

Saya belum mendapatkan hadits yang dimaksud dari jalur Sa’id bin Jubair, darı Ibnu Abbas, dalam tiga kitab Mu’jam ath-Thabrant. Memang benar, ath-Thabrani dalam al-Kabir (no. 10992) membawakan semisal riwayat tersebut. Akan tetapi, riwayat itu berasal dari jalur Mujahid dan Thawus, dari Ibnu Abbas.

Al-Haitsami berkomentar dalam al-Majma’ (III/65): “Di dalamnya ada Ishaq bin Abdillah bin Kaisan al-Marwazı, yang dianggap layyin (lemah) oleh al-Hakim. Sisa perawi lainnya dinilai tsuqab (tepercaya), meskipun masih terdapat komentar tentang mereka.”

Saya menambahkan: “Hadits yang sebelumnya menjadi syahid (penguat) hadits ini. Dengan riwayat tersebut, derajat hadits ini menjadi hasan, insya Allah,” Oleh karena itu, al-Mundziri berkomentar dalam at-Targhib (1/271): “Sanadnya mendekati hasan sebab ia mempunyai beberapa penguat.” Lihat kitab as-Silsilatush Shahibah (no. 107).

Disebutkan dalam al-Musnad dan selainnya, dari Urwah, dari Aisyah, ia berkata: “Rasulullah pernah mendatangiku ketika jiwa beliau sedang gundah. Melihat raut wajahnya, aku mengetahui bahwa ada yang merisaukan beliau. Beliau tidak mengucapkan sepatah kata pun hingga berwudhu, kemudian keluar. Aku lantas menempelkan diriku ke dinding kamar (untuk mendengarkan apa yang akan terjadi pada diri beliau).

Beliau naik mimbar, mengucap pujian kepada Allah, lalu bersabda: ‘Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah berfirman kepada kalian: ‘Kerjakanlah amar ma’ruf nahi munkar sebelum akhirnya kalian berdoa kepada-Ku, tetapi tidak Aku kabulkan; sebelum kalian meminta pertolongan kepada-Ku, tetapi Aku tidak menolong kalian, dan sebelum kalian meminta kepada-Ku, tetapi Aku tidak memberi.”

BACA JUGA:  Hina karena Maksiat

Al-Amri, seorang zuhud, mengatakan: “Termasuk kelalaianmu terhadap diri sendiri dan keberpalinganmu dari Allah adalah jika kamu melihat perkara yang menyebabkan Allah murka, tetapi kamu mendiamkannya. Kamu tidak bertindak dan tidak juga melarangnya, karena takut kepada orang lain, yang tidak bisa mendatangkan mudharat dan manfaat untuk dirinya.”

Ia juga berkata: “Barang siapa yang meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar karena takut kepada makhluk, niscaya ketaatan akan dicabut darinya. Sekiranya dia memerintahkan anak dan sebagian pembantunya, tentu mereka akan menganggap remeh perintahnya.” []

Sumber: Ad-Daa’ wad Dawaa’, Macam-macam Penyakit hati yang Membahayakan dan Resep Pengobatannya, karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Pustaka Imam As-Syafi’i, Cetakan ke-10 November 2016 M 

 

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119