Home IbadahKapan Diisyaratkan Mengangkat Jari Telunjuk saat Tasyahud?

Kapan Diisyaratkan Mengangkat Jari Telunjuk saat Tasyahud?

Mengangkat jari telunjuk saat tasyahud bukan sekadar gerakan, tetapi simbol pengesaan Allah. D

by Abu Umar
0 comments 4 views

Tasyahud merupakan salah satu bagian penting dalam shalat yang sarat dengan makna tauhid dan penghambaan. Di dalamnya terdapat beberapa tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, termasuk isyarat jari telunjuk yang sering menjadi pertanyaan: kapan sebenarnya jari telunjuk diangkat?

Mengangkat Jari Telunjuk Sejak Awal Tasyahud

Para ulama menjelaskan bahwa isyarat jari telunjuk dilakukan sejak awal tasyahud. Hal ini berdasarkan hadits dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma:

إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا جَلَسَ فِي التَّشَهُّدِ وَضَعَ يَدَهُ الْيُسْرَى عَلَى رُكْبَتِهِ الْيُسْرَى، وَوَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى رُكْبَتِهِ الْيُمْنَى، وَعَقَدَ ثَلَاثًا وَخَمْسِينَ، وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ

“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila duduk tasyahud, beliau meletakkan tangan kirinya di atas lutut kirinya, dan tangan kanannya di atas lutut kanannya, lalu membentuk (jari) lima puluh tiga dan berisyarat dengan telunjuknya.” (HR. Muslim)

BACA JUGA:  9 Keutamaan Duduk di Masjid setelah Shalat Subuh

Hadits ini menunjukkan bahwa isyarat telunjuk dilakukan saat duduk tasyahud, yaitu sejak awal bacaan tasyahud, sebagai bentuk penegasan tauhid kepada Allah.

Cara Duduk Tasyahud Awal dan Akhir

Rasulullah juga mengajarkan perbedaan posisi duduk antara tasyahud awal dan tasyahud akhir. Dalam hadits disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا جَلَسَ فِي الرَّكْعَتَيْنِ جَلَسَ عَلَى رِجْلِهِ الْيُسْرَى، وَنَصَبَ الْيُمْنَى، وَإِذَا جَلَسَ فِي الرَّكْعَةِ الْآخِرَةِ قَدَّمَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى، وَنَصَبَ الْأُخْرَى، وَجَلَسَ عَلَى مَقْعَدَتِهِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika duduk pada dua rakaat pertama, beliau duduk di atas kaki kirinya dan menegakkan kaki kanan. Dan jika duduk pada rakaat terakhir, beliau mengeluarkan kaki kirinya, menegakkan kaki kanan, dan duduk di atas lantai.” (HR. Bukhari no. 828 dan Muslim no. 226)

Ini menunjukkan adanya perbedaan antara duduk iftirasy (tasyahud awal) dan tawarruk (tasyahud akhir).

BACA JUGA: Bagaimana Posisi Tangan Saat Sujud dalam Shalat?

Pandangan Mata Saat Tasyahud

Selain posisi tangan dan kaki, Rasulullah juga memberikan tuntunan terkait arah pandangan:

كَانَ يُشِيرُ بِالسَّبَّابَةِ إِلَى الْقِبْلَةِ وَيَرْمُقُهَا بَصَرُهُ

“Beliau berisyarat dengan jari telunjuk ke arah kiblat dan mengarahkan pandangan matanya kepadanya.” (HR. An-Nasa’i, Ibnu Hibban, dan Ibnu Khuzaimah; sanadnya shahih)

Hal ini menunjukkan kekhusyukan dalam shalat, dengan memusatkan perhatian pada isyarat tauhid tersebut.

banner

Penutup

Mengangkat jari telunjuk saat tasyahud bukan sekadar gerakan, tetapi simbol pengesaan Allah. Dilakukan sejak awal tasyahud, dengan posisi duduk yang sesuai tuntunan, serta pandangan yang terfokus, semua ini menjadi bagian dari kesempurnaan shalat seorang Muslim. Dengan mengikuti sunnah ini, diharapkan shalat kita semakin khusyuk dan bernilai di sisi Allah. []

RUJUKAN: KOMUNITA SUNNAH

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119