Home IbadahKeutamaan Tauhid Asma’ wa Shifat dalam Doa

Keutamaan Tauhid Asma’ wa Shifat dalam Doa

Hal ini tidak hanya berlaku dalam doa, tapi juga dalam ibadah secara keseluruhan.

by Abu Umar
0 comments 188 views

Tauhid Asma’ wa Shifat—yaitu mengesakan Allah dalam nama dan sifat-Nya—merupakan bagian penting dari keimanan seorang Muslim. Salah satu keutamaannya yang agung adalah bahwa seorang hamba tidak mungkin bisa menyembah Allah Ta’ala dengan sempurna kecuali setelah ia mengenal nama-nama dan sifat-sifat-Nya dengan benar. Sebab, dengan mengenal Allah, seseorang akan beribadah atas dasar ilmu, bukan sekadar ikut-ikutan atau tradisi.

Allah Ta’ala berfirman:

“وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا”

“Hanya milik Allah-lah nama-nama yang husna (indah), maka berdoalah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama tersebut.”
(QS. Al-A’raf [7]: 180)

BACA JUGA:  Kerugian Jika Tidak Berdoa

Ayat ini menunjukkan bahwa doa yang terbaik adalah doa yang dibarengi dengan menyebut dan bertawassul menggunakan nama-nama Allah yang sesuai dengan permintaan kita. Jika kita memohon rezeki, maka kita berdoa dengan menyebut nama Ar-Razzaaq (Yang Maha Pemberi Rezeki). Bila kita memohon ampunan, maka kita sebut nama Al-Ghafuur (Yang Maha Pengampun). Ini adalah bentuk tawassul yang disyariatkan dalam Islam.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam Al-Fawaid,

“Sesungguhnya mengenal Allah melalui nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, dan perbuatan-perbuatan-Nya adalah pondasi ibadah. Maka semakin seorang hamba mengenal Allah, semakin besar pula rasa takut, harap, cinta, dan tawakalnya kepada-Nya.”

Hal ini tidak hanya berlaku dalam doa, tapi juga dalam ibadah secara keseluruhan. Ketika seorang hamba mengetahui bahwa Allah itu Maha Melihat (Al-Bashiir), maka dia akan malu untuk bermaksiat di tempat tersembunyi. Saat ia yakin bahwa Allah Maha Mengetahui (Al-‘Aliim), maka ia akan berhati-hati dalam niat dan amalannya. Dengan demikian, ilmu tentang nama dan sifat Allah menjadi kunci untuk menghadirkan keikhlasan dan kekhusyukan dalam ibadah.

Para nabi juga mengamalkan tawassul ini dalam doa-doa mereka. Nabi Ayub ‘alaihissalam ketika memohon kesembuhan berkata:

“Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.” (QS. Al-Anbiya: 83)
Ia bertawassul dengan menyebut sifat rahmat Allah dalam doanya.

Begitu pula dalam sunnah Nabi Muhammad ﷺ. Dalam doa-doa beliau, sering kali beliau menyebut nama-nama Allah sesuai dengan isi permintaan. Seperti ketika meminta perlindungan, beliau menyebut nama Allah yang menunjukkan kekuasaan dan penjagaan-Nya.

BACA JUGA:  Waktu-waktu Terkabulnya Doa

Imam Ibnul Mubarak rahimahullah juga berkata,

“Barangsiapa mengenal Rabb-nya, maka ia akan takut kepada-Nya. Dan barangsiapa takut kepada-Nya, maka ia akan tunduk dalam ibadah.”

Maka, mengenal Allah melalui nama dan sifat-Nya bukan sekadar teori, tapi menjadi landasan kokoh dalam doa, ibadah, dan kehidupan sehari-hari. Dengan mengenal nama-nama Allah, seorang hamba akan semakin mencintai-Nya, takut kepada-Nya, berharap hanya kepada-Nya, dan semakin yakin bahwa hanya Allah yang layak disembah.

Semoga Allah menganugerahkan kepada kita pemahaman yang benar tentang nama dan sifat-Nya, serta menjadikan kita hamba-hamba yang beribadah dengan ilmu dan keyakinan yang lurus. Aamiin. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119