Khadijah radhiyallahu ‘anha, pemilik hati yang bersih dan jiwa yang penuh keridaan, sedang merenungkan perjalanan hidupnya selama ini. Meskipun ia termasuk wanita yang sangat sukses—atas karunia Allah—dalam bidang perniagaan, hatinya tetap merasa ada sesuatu yang belum terpenuhi.
Satu kafilah dagang Khadijah yang dikirim ke Syam setara dengan gabungan beberapa kafilah dagang milik Quraisy. Meski demikian, semua keberhasilan itu tidak membuatnya benar-benar bahagia. Hatinya sangat mendambakan bekal yang menjadi sumber kehidupan bagi setiap insan, yaitu bekal iman yang kelak dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Di sisi lain, Khadijah juga mengalami ujian yang cukup berat dalam kehidupan rumah tangganya. Padahal, ia sangat berharap dapat membangun sebuah keluarga yang agung, yang ditegakkan di atas pengorbanan, kasih sayang, kedermawanan, dan saling memberi.
BACA JUGA: Hikmah Nabi Menikah dengan Khadijah
Khadijah pernah menikah dengan Abu Halah bin Zurarah At-Tamimi. Ia berusaha agar suaminya menjadi seorang yang terhormat di tengah kaumnya. Akan tetapi, ajal memupus harapan itu. Abu Halah meninggal dunia setelah Allah mengaruniakan kepada mereka seorang putra bernama Hindun.
Beberapa waktu kemudian, Khadijah menikah lagi dengan seorang pembesar Quraisy bernama ‘Atiq bin ‘Abid bin Abdullah Al-Makhzumi. Namun, pernikahan itu pun tidak berlangsung lama.
Sejak saat itu, Khadijah, yang telah dikenal sebagai salah seorang pemuka wanita Quraisy, menjalani kehidupannya seorang diri tanpa didampingi seorang suami. Padahal, banyak pembesar Quraisy yang menaruh harapan untuk mempersuntingnya.
BACA JUGA: Keutamaan-keutamaan Wanita Kaum Anshar
Akan tetapi, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, Khadijah merasakan bahwa takdir Allah sedang menyembunyikan sebuah peristiwa besar untuk dirinya. Sebuah takdir yang kelak akan menghapus seluruh kesedihan masa lalunya dan menumbuhkan kebahagiaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. []
Sumber: 35 Sirah Shahabiyah (35 Sahabat Wanita) Rasulullah ﷺ, Jlid 1, Karya: Mahmud Al Misri, Penerbit:Al I’tishom Cahaya Umat, Cetakan ke-11 November 2018
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

