Kita hidup di zaman yang serba cepat, serba ramai, dan serba memikat. Banyak hal tampak indah di permukaan, tetapi menyimpan racun di dalamnya. Banyak yang terlihat benar, padahal sejatinya menyesatkan. Banyak yang dielu-elukan manusia, namun justru hina di sisi Allah.
Inilah yang disebut oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai “tahun-tahun yang penuh tipuan”. Masa ketika ukuran benar dan salah mulai kabur, ketika kebatilan dipoles sedemikian rupa agar tampak menawan, dan ketika manusia mulai tertipu oleh kemasan, bukan hakikat.
Mukmin yang Cerdas Tidak Mudah Tertipu
Seorang mukmin sejati bukanlah orang yang mudah hanyut oleh penampilan luar. Ia adalah pribadi yang cerdas, waspada, dan tajam pandangannya. Ia tidak silau oleh kilau dunia, tidak pula gampang terperdaya oleh ucapan manis dan kemasan yang menarik.
Orang beriman selalu melihat akibat, bukan hanya tampilan sesaat. Ia paham bahwa tidak semua yang bersinar itu emas, dan tidak semua yang ramai diikuti manusia itu benar.
BACA JUGA: Orang-orang yang Tertipu: Terus Berbuat Maksiat
Dunia: Tipuan Paling Tua
Salah satu tipuan terbesar yang menjerat manusia adalah dunia itu sendiri. Dunia ini mempesona saat datang, tetapi menyakitkan saat pergi. Ia memikat dengan keindahannya, lalu meninggalkan luka ketika hilang dari genggaman.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau. Dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian sebagai pengelola di dalamnya, lalu Dia melihat bagaimana kalian beramal.” (HR. Muslim)
Karena itu, siapa pun yang dibukakan pintu dunia—harta, jabatan, popularitas, atau kenyamanan—hendaknya lebih waspada, bukan malah lalai. Sebab sering kali, manusia justru jatuh bukan ketika susah, tetapi ketika hidup terasa terlalu mudah.
Allah Ta’ala menggambarkan dunia seperti tanaman yang tumbuh subur karena air hujan. Saat manusia mengira semuanya telah mereka kuasai, tiba-tiba datang keputusan Allah, lalu semua itu musnah seakan tak pernah ada.
Begitulah dunia: sebentar indah, lalu lenyap.
BACA JUGA: Takwa, Jalan Keselamatan di Zaman Penuh Fitnah
Tipuan Syubhat: Tampak Ilmiah, Padahal Menyesatkan
Tipuan lain yang sangat berbahaya adalah syubhat, yaitu pemikiran yang dibungkus seolah-olah ilmiah, cerdas, dan logis, padahal isinya merusak keyakinan.
Syubhat sering kali tidak datang dengan wajah menakutkan. Ia justru hadir dengan bahasa halus, argumentasi canggih, dan kemasan intelektual. Namun hakikatnya, ia bisa mengaburkan yang haq dan menghias yang batil.
Imam Ahmad رحمه الله pernah menjelaskan bahwa para penyebar syubhat berbicara tentang Allah dan agama-Nya tanpa ilmu, lalu mereka menipu orang-orang awam dengan ucapan-ucapan yang membingungkan.
Karena itu, tidak semua yang terdengar “cerdas” itu benar. Dan tidak semua yang viral itu layak diikuti. []
SUMBER: AR-ISLAMWAY.NET
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

