Home Akhir ZamanAkidah Ahlusunah tentang Dajal

Akidah Ahlusunah tentang Dajal

Hal itu merupakan kekeliruan mereka semua, sebab Dajal tidak mengaku nabi sehingga keistimewaannya bisa menjadi bukti bagi klaimnya itu, melainkan dia mengklaim dirinya sebagai Tuhan.

by Abu Umar
0 comments 81 views

Dalam Syarah An-Nawawi ‘ala Muslim, An-Nawawi berkata:

Al-Qadhi berkata, “Hadis-hadis tentang kisah Dajal ini, yang disebutkan oleh Muslim dan lain-lain, merupakan argumentasi bagi golongan yang benar bahwa Dajal itu benar ada dan bahwa dia merupakan makhluk yang dipergunakan oleh Allah Swt. untuk menguji hamba-hamba-Nya, dan diberi-Nya beberapa kekuasaan seperti menghidupkan orang yang dibunuhnya, menumbuhkan dan menyuburkan bunga-bunga di dunia, memiliki surga dan neraka serta dua sungai, memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, serta memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tanaman.

BACA JUGA:  Dajjal dalam Cerita Tamim ad-Dari

“Semua itu terjadi dengan kekuasaan dan kehendak Allah. Allah Swt. kemudian mencabut kemampuannya tersebut sehingga dia tidak dapat membunuh orang yang dihidupkannya tadi, tidak juga orang lain. Usahanya gagal. Ia dibunuh oleh Isa, dan akhir-nya Allah meneguhkan orang-orang yang beriman. Ini adalah pendapat Ahlusunah, seluruh ahli hadis, para ahli fikih, dan semua pemikir.

“Pendapat tersebut bertentangan dengan pendapat Khawarij, Jahamiyah, dan sebagian Mu’tazilah yang mengingkarinya dan menolaknya, juga berbeda dengan pendapat al-Bukhari al-Mu’-tazili, Jahamiyah, serta orang-orang lain yang berpendapat bahwa Dajal benar ada, tetapi kemampuan-kemampuan yang diklaim itu adalah omong kosong dan khayalan belaka, tidak ada dalam realita. Mereka mengatakan bahwa kalaupun benar dia ada, dia tidak didukung dengan mukjzat-mukjizat seperti yang dimiliki para nabi.

BACA JUGA:  Sifat dan Tanda-tanda Dajjal

“Hal itu merupakan kekeliruan mereka semua, sebab Dajal tidak mengaku nabi sehingga keistimewaannya bisa menjadi bukti bagi klaimnya itu, melainkan dia mengklaim dirinya sebagai Tuhan. Klaimnya ini didustakan oleh dirinya sendiri, yaitu oleh kon-disi dirinya yang memiliki bukti-bukti kemakhlukan, rupa yang buruk, ketidakmampuan menghilangkan cacat di matanya, dan bukti kekafiran yang tertulis di antara kedua matanya.

“Dengan bukti-bukti itu dan bukti lainnya, hanya orang-orang awamlah yang dapat terkecoh olehnya karena ingin menutupi kebutuhan dan kesulitan mereka, juga karena ingin menghilang-kan kesusahan, mencari perlindungan, atau karena ketakutan. []

Sumber: Ensiklopedia Kiamat / Penulis: Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar / Penerbit Serambi / Cetakan 1, Mei 2002

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119