Home MuamalahMenjauhi Riya dalam Setiap Aktivitas

Menjauhi Riya dalam Setiap Aktivitas

Tanpa keikhlasan, amal hanya menjadi aktivitas yang melelahkan.

by Abu Umar
0 comments 7 views

Syaikh Rabi’ bin Hadi Umair Al-Madkhali rahimahullah memberikan sebuah nasihat yang sangat berharga. Beliau berkata:

فَإِيَّاكُمْ وَالرِّيَاءَ فِي الْأَعْمَالِ، إِيَّاكُمْ وَالرِّيَاءَ فِي الْأَقْوَالِ، يَتَكَلَّمُ الْإِنْسَانُ يُرِيدُ بِذَلِكَ وَجْهَ اللهِ، وَيَتَعَبَّدُ يُرِيدُ بِذَلِكَ وَجْهَ اللهِ، وَيَتَصَدَّقُ يُرِيدُ بِذَلِكَ وَجْهَ اللهِ، وَيُخَالِقُ النَّاسَ بِالْأَخْلَاقِ الطَّيِّبَةِ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى.

“Jauhilah oleh kalian riya dalam beramal. Jauhi pula oleh kalian riya saat berucap! Seseorang seharusnya berucap untuk mengharapkan wajah Allah, beribadah juga dalam rangka mengharap wajah-Nya. Demikian pula saat bersedekah, dia hanya berharap wajah Allah. Ketika bersikap kepada manusia dengan akhlak yang baik pun tetap berusaha ikhlas, yaitu mengharapkan wajah Allah Tabaraka wa Ta’ala.”

📚 Al-Lubab min Majmu’i Nasha’ikhi Syaikh Rabi’ lisy Syabab, hlm. 445.

Saudaraku, riya adalah penyakit hati yang sangat halus. Ia sering kali datang tanpa disadari. Seseorang mungkin telah memperbaiki lahirnya, tetapi belum tentu telah membersihkan niat di dalam hatinya.

BACA JUGA: Hati-hati, Ini 4 Tanda Riya Menurut Ali bin Abi Thalib

Karena itulah para ulama begitu keras mengingatkan bahaya riya. Amal yang tampak besar di mata manusia bisa menjadi tidak bernilai di sisi Allah apabila dikerjakan demi pujian, sanjungan, atau ingin dipandang baik oleh manusia.

Perhatikanlah nasihat Syaikh Rabi’ rahimahullah. Beliau tidak hanya mengingatkan agar kita menjauhi riya dalam ibadah, tetapi juga dalam ucapan. Betapa mudahnya seseorang berbicara tentang ilmu, memberi nasihat, atau menyampaikan kebaikan, namun di dalam hatinya terselip keinginan agar dipuji sebagai orang yang alim atau saleh.

Begitu pula ketika bersedekah. Jangan sampai tangan memberi, tetapi hati berharap sanjungan. Bahkan ketika kita menampilkan akhlak yang baik kepada sesama, hendaknya tujuan utamanya bukan agar dikenal sebagai orang yang ramah, lembut, atau dermawan, melainkan semata-mata mengharap ridha Allah Ta’ala.

Saudaraku, ikhlas adalah ruh dari setiap amal. Tanpa keikhlasan, amal hanya menjadi aktivitas yang melelahkan. Sebaliknya, amal yang sederhana dapat menjadi sangat besar nilainya apabila dilakukan dengan niat yang tulus karena Allah.

Oleh sebab itu, biasakanlah untuk selalu memeriksa niat sebelum beramal, ketika sedang beramal, dan setelah amal selesai. Tanyakan kepada diri sendiri, “Untuk siapakah aku melakukan semua ini?” Jika jawabannya adalah demi Allah semata, maka mohonlah agar Allah menjaga keikhlasan itu hingga akhir.

BACA JUGA: Apakah Riya Itu?

Semakin besar amal seseorang, semakin besar pula kebutuhannya untuk menjaga hati dari riya. Sebab setan tidak selalu menghalangi manusia dari beramal, tetapi terkadang ia membiarkan seseorang beramal agar kemudian merusaknya dengan riya dan ujub.

Semoga Allah Ta’ala membersihkan hati kita dari segala bentuk riya, sum’ah, dan keinginan untuk dipuji manusia. Semoga setiap ucapan, ibadah, sedekah, akhlak, dan seluruh aktivitas kita menjadi amal yang murni karena mengharap wajah Allah semata, sehingga kelak kita termasuk hamba-hamba yang diterima amalnya dan memperoleh keridaan-Nya. Aamiin. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119