Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya seseorang apabila berhutang, maka dia sering berkata lalu berdusta, dan berjanji lalu mengingkari.”
(HR. Sahih Bukhari)
Dan beliau ﷺ juga bersabda:
“Akan diampuni seluruh dosa orang yang mati syahid kecuali hutang.”
(HR. Sahih Muslim)
Dua hadits ini menunjukkan bahwa hutang bukan perkara ringan, bahkan bisa menyeret seseorang kepada dosa besar dan menjadi penghalang ampunan.
BACA JUGA: Hukum Berhutang Disertai Barang Jaminan
⚠️ Hutang Bisa Menjerumuskan kepada Dusta dan Khianat
Dalam hadits pertama, Rasulullah ﷺ menjelaskan tabiat umum orang yang terlilit hutang:
- Ketika ditagih, ia berkata namun berdusta
- Ketika berjanji akan membayar, ia mengingkari
Bukan berarti setiap orang berhutang pasti demikian. Namun hutang sering kali menjadi sebab munculnya:
- Tekanan batin
- Rasa malu
- Ketakutan
- Keinginan untuk menghindar
Akhirnya, seseorang tergelincir dalam dusta dan pelanggaran janji. Padahal dusta dan ingkar janji adalah sifat orang munafik.
🩸 Bahkan Syahid Tidak Lolos dari Hutang
Hadits kedua sangat menggetarkan hati.
Orang yang mati syahid memiliki kedudukan sangat tinggi di sisi Allah. Namun Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa hutang tetap menjadi tanggungan.
Para ulama menjelaskan bahwa:
- Hak Allah bisa diampuni dengan taubat
- Namun hak manusia harus ditunaikan atau dihalalkan
Karena itu, hutang termasuk hak sesama manusia (huquq al-‘ibad) yang tidak gugur hanya dengan kematian.
🌿 Sikap Nabi ﷺ terhadap Hutang
Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah menunda menshalatkan jenazah yang masih memiliki hutang sampai ada sahabat yang menjamin pelunasannya.
Ini menunjukkan betapa seriusnya perkara hutang dalam Islam.
💭 Mengapa Islam Sangat Tegas?
Karena hutang menyangkut:
- Hak orang lain
- Amanah
- Kejujuran
- Tanggung jawab
Islam mendorong umatnya untuk:
1️⃣ Tidak mudah berhutang kecuali darurat
2️⃣ Berniat kuat untuk melunasi
3️⃣ Segera membayar ketika mampu
4️⃣ Tidak menunda-nunda pembayaran
Rasulullah ﷺ juga bersabda bahwa orang yang mengambil harta orang lain dengan niat ingin membayarnya, maka Allah akan membantunya melunasi. Namun jika niatnya untuk merusak atau tidak membayar, Allah akan membinasakannya.
🕊️ Hutang adalah Beban Dunia dan Akhirat
Hutang itu:
- Membuat gelisah di malam hari
- Menghinakan di siang hari
- Memberatkan di alam kubur
- Dituntut di hari kiamat
Maka seorang mukmin hendaknya berhati-hati. Jangan menjadikan hutang sebagai kebiasaan. Jangan pula meremehkannya.
BACA JUGA: Doa Agar Telepas dari Hutang
🌙 Renungan untuk Kita
Sebelum berhutang, tanyakan pada diri:
- Apakah ini kebutuhan atau sekadar keinginan?
- Mampukah saya melunasinya?
- Sudahkah saya menjaga niat dengan benar?
Dan bagi yang sudah memiliki hutang:
- Segeralah berusaha melunasi
- Minta kelonggaran dengan jujur
- Perbanyak doa agar Allah mudahkan pembayaran
Semoga Allah menjaga kita dari lilitan hutang, melapangkan rezeki kita, dan menjadikan kita hamba yang amanah serta jujur. Aamiin. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

