Home Muamalah6 Manfaat Bermajelis dengan Orang Saleh

6 Manfaat Bermajelis dengan Orang Saleh

Bermajelis dengan orang saleh adalah jalan tarbiyah hati yang paling efektif.

by Abu Umar
0 comments 88 views

Dalam Ighâtsatul Lahfân (1/136), Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa bermajelis dengan orang-orang saleh bukan sekadar pertemuan biasa. Ia adalah sebab hidupnya hati dan berubahnya arah jiwa. Lingkungan yang baik akan menyeret seseorang menuju kebaikan, bahkan tanpa ia sadari. Berikut enam perubahan besar yang akan dirasakan oleh siapa saja yang sungguh-sungguh bermajelis dengan orang saleh.

1. Dari Ragu-ragu Menjadi Yakin

Keraguan sering lahir dari hati yang jauh dari ilmu dan teladan. Ketika seseorang duduk bersama orang-orang saleh, ia melihat iman yang hidup dalam amal. Keyakinannya pun tumbuh.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk seperti penjual minyak wangi dan pandai besi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:

“Bermajelislah dengan para ulama, karena mereka menghidupkan hati yang mati.”

Melihat keteguhan iman orang saleh membuat keraguan luruh dan digantikan dengan keyakinan yang mantap.

BACA JUGA:  Bagaimana Orang-orang Shaleh Mengingat Kematian

2. Dari Riya’ Menjadi Ikhlas

Riya’ tumbuh saat hati haus pujian manusia. Namun ketika duduk bersama orang saleh, seseorang belajar menyembunyikan amal dan memurnikan niat.

Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata:

“Meninggalkan amal karena manusia adalah riya’, dan beramal karena manusia adalah syirik. Ikhlas adalah ketika Allah menyelamatkanmu dari keduanya.”

Orang saleh tidak sibuk menilai manusia. Mereka sibuk memperbaiki hubungan dengan Allah. Majelis seperti inilah yang menumbuhkan keikhlasan.

3. Dari Lalai Menjadi Zikir

Hati yang lalai mudah tenggelam dalam dunia. Namun majelis orang saleh dipenuhi zikir dan nasihat yang melembutkan hati.

Allah Ta’ala berfirman:

“Dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru Rabb mereka di pagi dan petang hari dengan mengharap wajah-Nya.”
(QS. Al-Kahfi: 28)

Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Jika engkau ingin mengetahui keadaan hatimu, lihatlah siapa yang sering engkau jadikan teman duduk.”

Majelis orang saleh akan menarik hati untuk kembali mengingat Allah.

4. Dari Cinta Dunia Menjadi Cinta Akhirat

Dunia terasa indah ketika akhirat terlupakan. Namun orang saleh selalu mengingatkan bahwa dunia hanya persinggahan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir.”
(HR. Bukhari)

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata:

“Teman yang baik adalah yang mengingatkanmu kepada akhirat, bukan yang menambah kecintaanmu kepada dunia.”

Majelis orang saleh menggeser orientasi hidup dari dunia menuju akhirat.

5. Dari Kesombongan Menjadi Tawadhu’

Kesombongan lahir dari merasa diri paling benar. Namun orang saleh selalu merasa kecil di hadapan Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau sebesar biji sawi.”
(HR. Muslim)

Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata:

“Ilmu yang benar akan melahirkan rasa takut kepada Allah dan kerendahan hati.”

Bergaul dengan orang saleh membuat seseorang malu untuk sombong.

BACA JUGA:  Harta di Tangan Orang-orang Shaleh

6. Dari Niat Buruk Menjadi Tulus dalam Menasihati

Niat yang rusak sering mendorong seseorang menasihati demi menjatuhkan. Orang saleh mengajarkan bahwa nasihat adalah ibadah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Agama itu nasihat.”
(HR. Muslim)

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata:

“Barang siapa menasihatimu secara sembunyi-sembunyi, maka ia benar-benar menasihatimu. Dan barang siapa menasihatimu di hadapan manusia, maka ia telah mempermalukanmu.”

Majelis orang saleh meluruskan niat dan membersihkan tujuan.

Penutup

Bermajelis dengan orang saleh adalah jalan tarbiyah hati yang paling efektif. Ia mengubah keraguan menjadi keyakinan, riya’ menjadi ikhlas, lalai menjadi zikir, cinta dunia menjadi cinta akhirat, sombong menjadi tawadhu’, dan niat buruk menjadi nasihat yang tulus.

Maka, perhatikanlah dengan siapa kita duduk dan berbagi waktu. Karena hati sangat mudah terpengaruh, dan teman duduk adalah cermin bagi keadaan iman kita. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119