Saudaraku, banyak orang mengira bahwa ilmu hanya tampak ketika seseorang menyampaikan ceramah, menulis kitab, atau mengajar di hadapan banyak manusia. Padahal, hakikat ilmu justru terlihat pada perkara-perkara sederhana yang dilakukan setiap hari.
Salah satunya adalah ketika seseorang meminum segelas air.
Boleh jadi, dua orang sama-sama merasa haus. Mereka mengambil air dari gelas yang sama, meminum air yang sama, dan menghilangkan dahaga dengan cara yang hampir sama. Namun, di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, keduanya bisa memperoleh kedudukan yang sangat berbeda.
BACA JUGA: Mata Air Surga
Perbedaannya bukan pada air yang diminum, melainkan pada ilmu yang diamalkan.
Orang yang memiliki ilmu akan berusaha mengikuti tuntunan Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam setiap aktivitasnya.
Ketika mengambil gelas, ia mendahulukan tangan kanannya. Sebab ia mengetahui sabda Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:
«كُلْ بِيَمِينِكَ»
“Makanlah dengan tangan kanan.”
(HR. Muslim)
Walaupun hadits ini berbicara tentang makan, para ulama menjelaskan bahwa minum juga termasuk adab menggunakan tangan kanan. Dengan mengikuti sunnah tersebut, aktivitas yang tampaknya biasa berubah menjadi ibadah yang bernilai pahala.
Lalu, sebelum meneguk air, lisannya mengucapkan:
بِسْمِ اللَّهِ
“Bismillah.”
Ia melakukan hal itu karena mengamalkan sabda Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:
«سَمِّ اللَّهَ»
“Ucapkanlah, ‘Bismillah’.”
(HR. Muslim)
Lihatlah, Saudaraku. Segelas air yang sama kini menjadi ladang pahala. Bukan karena airnya berbeda, tetapi karena ilmu telah membimbing setiap gerakan dan ucapan.
Inilah kemuliaan ilmu syar’i. Ilmu menjadikan perkara yang mubah berubah menjadi ibadah ketika disertai niat yang benar dan mengikuti sunnah Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sebaliknya, orang yang tidak memiliki ilmu sering kali melewatkan kesempatan meraih pahala. Ia minum sekadar menghilangkan haus, tanpa menghadirkan sunnah dalam amalnya. Padahal, peluang mendapatkan ganjaran begitu dekat, bahkan hanya sejauh segelas air.
BACA JUGA:
Mengapa Allah Sering Mengibaratkan Dunia dengan Air?
Para ulama salaf sangat bersemangat mempelajari adab-adab kecil, karena mereka memahami bahwa Allah mencintai hamba yang mengikuti Rasul-Nya dalam perkara besar maupun kecil.
Saudaraku, jangan pernah meremehkan belajar agama. Semakin bertambah ilmu yang benar, semakin banyak pula amalan sehari-hari yang berubah menjadi ibadah. Dari cara makan, minum, berpakaian, tidur, hingga keluar masuk rumah, semuanya dapat menjadi sebab bertambahnya pahala.
Maka, belajarlah agama dengan sungguh-sungguh. Amalkan ilmu itu dalam setiap aktivitas. Sebab, bisa jadi pada hari kiamat nanti, salah satu sebab tingginya derajat seorang mukmin adalah karena ia menghidupkan sunnah Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan ketika meminum segelas air. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

