Home IbadahKeutamaan Mempelajari Hadist Nabi dalam Bahasa Arab

Keutamaan Mempelajari Hadist Nabi dalam Bahasa Arab

Setiap orang yang mampu mempelajari bahasa Arab hendaknya mempelajarinya, karena bahasa Arab adalah bahasa utama yang selayaknya diupayakan untuk dipelajari.

by Abu Umar
0 comments 6 views

Mengenai menghafal dan mempelajari Hadist Nabi ﷺ, tidak diragukan lagi bahwa hukum asalnya adalah semua itu – bagi orang yang mampu – dilakukan dalam bahasa Arab, yaitu bahasa yang digunakan untuk menurunkan wahyu dan bahasa yang digunakan dalam periwayatan hadis-hadis di dalam kitab-kitab Hadist. Hal itu lebih utama daripada menghafal makna-maknanya melalui terjemahan ke dalam bahasa lain, karena dua alasan penting.

Bahasa Arab merupakan salah satu syiar Islam. Bahasa ini adalah bahasa yang dipilih oleh Allah Ta’ala untuk menyampaikan risalah Islam. Oleh karena itu, apabila seorang muslim mampu mempelajari agamanya melalui bahasa ini, maka hendaknya ia tidak berpaling kepada bahasa lainnya. Inilah pendapat generasi salaf yang saleh.

BACA JUGA:  Keutamaan Menghadiri Shalat Jumat

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata:

“Setiap muslim wajib mempelajari bahasa Arab semampunya, sehingga ia dapat mengucapkan syahadat dalam bahasa Arab bahwa ‘La ilaha illa Allah wa Muhammadun ‘abduhu wa rasuluh’ (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah hamba serta utusan-Nya), dapat membaca Kitabullah dalam bahasa Arab, serta dapat melafalkan zikir-zikir yang diperintahkan, seperti takbir, tasbih, tasyahud, dan selainnya.

Semakin banyak ilmu yang dapat dipelajarinya dalam bahasa yang Allah jadikan sebagai bahasa nabi terakhir-Nya dan bahasa yang digunakan untuk menurunkan kitab terakhir-Nya, maka itu lebih baik baginya.”

(Selesai kutipan dari Ar-Risalah, hlm. 48–49).

Syaikhul Islam Ibn Taimiyah rahimahullah berkata:

“Imam Asy-Syafi’i berkata: … Bahasa yang dipilih oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah bahasa Arab. Dengan bahasa itulah Allah menurunkan Kitab-Nya yang mulia, dan menjadikannya sebagai bahasa nabi terakhir-Nya, Rasulullah Muhammad ﷺ.

BACA JUGA:  Keutamaan Memperbanyak Istighfar di Waktu Sahur

Karena itu kami berpendapat bahwa setiap orang yang mampu mempelajari bahasa Arab hendaknya mempelajarinya, karena bahasa Arab adalah bahasa utama yang selayaknya diupayakan untuk dipelajari. Namun demikian, bukan berarti seseorang dilarang berbicara dengan bahasa selain Arab.

Imam Asy-Syafi’i memandang makruh bagi orang yang menguasai bahasa Arab untuk memberikan nama dengan bahasa selain Arab atau mencampuradukkan bahasa Arab dengan istilah-istilah asing dalam pembicaraannya. Pendapat para imam dalam masalah ini juga diriwayatkan dari para sahabat dan tabi’in.”

(Selesai kutipan dari Iqtidha’ Ash-Shirath Al-Mustaqim, 1/521–522). []

SUMBER: ISLAMQA

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119