Home KajianJangan Tertipu: Memahami Ampunan Allah dengan Benar

Jangan Tertipu: Memahami Ampunan Allah dengan Benar

Allah mengabarkan bahwa Dia tidak mengampuni dosa syirik, tetapi mengampuni dosa selainnya.

by Abu Umar
0 comments 14 views

Allah SWT berfirman:

… إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا …

“Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.” (QS. Az-Zumar: 53)

Sesungguhnya dosa syirik masuk dalam keumuman ayat di atas karena ia adalah puncak dari semua dosa sekaligus asasnya. Tidak terdapat perselisihan pendapat bahwa ayat ini ditujukan untuk orang-orang yang bertaubat, bahwasanya Allah mengampuni dosa orang yang bertaubat, apa pun bentuk dosa tersebut.

Sekiranya ayat ini ditujukan untuk selain orang yang bertaubat, niscaya semua nash yang berisi ancaman, serta hadits-hadits yang berkaitan dengan dikeluarkannya suatu kaum dari kalangan ahli atau penganut tauhid dari Neraka dengan syafa’at, tidak lagi akan memiliki fungsi apa-apa!

BACA JUGA: Dosa yang Memberatkan Perjalanan Menuju Allah

Kerancuan berpikir semacam ini terjadi pada orang yang tingkat ilmu dan pemahamannya masih sangat minim. Dalam ayat tersebut, Allah menyebutkan secara umum dan mutblaq, tetapi kita tahu bahwa yang dimaksud adalah orang-orang yang bertaubat disebabkan adanya ayat lain dalam surat An-Nisa’ yang men-taqyid (membatasi) dan mengkhususkannya, yaitu firman Allah:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ، وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ …

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mem persekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bugi siapa yang Dia kebendaki…” (QS. An-Nisa’: 48)

Allah mengabarkan bahwa Dia tidak mengampuni dosa syirik, tetapi mengampuni dosa selainnya. Jika ayat ini ditujukan untuk orang yang bertaubat, tentulah Allah tidak akan membedakan antara kesyirikan dan dosa selainnya.

Contoh lain, sebagian orang bodoh keliru dalam memahami firman Allah:

وبالها الإنسان ماعلية بركة الكيم

“Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Rabbmu Yang Mahamulia” (QS. Al-Infithär: 6) Mereka menjawab: “Kemurahan-Nya.”

Kadang mereka menjawab: “Sungguh Allah mengajarkan kepada orang yang tertipu tadi untuk mengatakan hujjah atau argumen ini.”

Ini adalah kebodohan yang sangat buruk. Yang menipunya tidak lain adalah “si tukang tipu”, yaitu syaitan serta jiwanya yang selalu mengajak kepada keburukan, kebodohan, dan hawa nafsunya.

Allah menyebutkan lafazh al-Karim )الكريم ( yang dimaksud adalah as-sayyid (tuan) yang sangat kuat, yang agung, yang ditaati, yang tidak seharusnya orang tertipu dengan makna “Pemurah’ dan mengabaikan hak-Nya. Orang yang tertipu ini telah menempatkan arti kata ‘karim’ (pemurah) bukan pada tempatnya.

Akhirnya, ia pun tertipu dengan apa yang seharusnya tidak tertipu dengannya.

Contoh lain, sebagian orang keliru dalam memahami firman Allah yang berkaitan dengan Neraka:

banner

لَا يَصْلَنَهَا إِلَّا الْأَشْقَى الَّذِي كَذَّبَ وَتَوَلَّى )

“Yang hanya dimasuki oleh orang yang paling celaka, yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).” (QS. Al-Lail: 15-16)

… أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ ))

“.. yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 24)

Orang yang tertipu ini tidak mengetahui firman Allah lainnya di bawah ini:

فَأَنذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَقَّى )

“Maka Aku memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al-Lail: 14)

BACA JUGA:  Jangan Meremehkan Dosa Kecil

Yang dimaksud dengan Neraka di atas adalah Neraka khusus, yaitu salah satu tingkatan Neraka Jahannam. Jika yang dimaksud adalah Neraka Jahannam secara keseluruhan, maka Allah tidak berfirman: ) لَا يَدْخُلُهَا ( “Tidak masuk ke dalamnya,” melainkan pasti berfirman: ) لا يضاها( “Tidak terpanggang di dalamnya. ” Tidak terpanggang dalam Neraka tidak berarti tidak masuk ke dalamnya. Sebab, terpanggang dalam Neraka lebih khusus dibandingkan masuk Neraka; sementara penafian sesuatu yang khusus tidak mengharuskan penafian sesuatu yang sifatnya lebih umum.

Sungguh, jika orang yang tertipu ini benar-benar memperhatikan ayat selanjutnya, niscaya ia akan mengetahui bahwa ia bukan orang yang dimaksud dalam ayat tersebut, karena ia bukanlah orang yang mendapat jaminan untuk dijauhkan dari Neraka. []

Sumber: Ad-Daa’ wad Dawaa’, Macam-macam Penyakit hati yang Membahayakan dan Resep Pengobatannya, karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Pustaka Imam As-Syafi’i, Cetakan ke-10 November 2016 M 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119