Home IbadahPetunjuk Nabi sallallahu alaihi wa sallam Menjelang Tidur

Petunjuk Nabi sallallahu alaihi wa sallam Menjelang Tidur

Ketika bangun tidur, Nabi ﷺ memulai hari dengan syukur, membaca, “Alhamdulillahilladzi ahyaanaa ba’da maa amaatanaa.”

by Abu Umar
0 comments 120 views

Tidur Rasulullah ﷺ bukan sekadar aktivitas fisik untuk melepas lelah, tetapi ibadah yang sarat keteladanan. Beliau tidur dengan sangat sederhana, jauh dari kemewahan, namun penuh adab dan dzikir. Kadang beliau tidur di atas tikar, lantai, tanah, anyaman, bahkan di antara bebatuan. Terkadang beliau tidur di atas ranjang sederhana dengan alas dari kulit yang diisi serat. Bantal beliau pun terbuat dari kulit berisi serat. Semua ini menunjukkan kezuhudan Nabi ﷺ terhadap dunia.

Ibad bin Tamim meriwayatkan dari pamannya, bahwa ia melihat Rasulullah ﷺ berbaring di masjid dengan satu kaki diletakkan di atas kaki yang lain (HR. Bukhari dan Muslim). Tidur beliau alami dan manusiawi, tanpa dibuat-buat. Imam Ahmad رحمه الله berkata, “Tidaklah kezuhudan itu dengan mengharamkan yang halal, tetapi dengan ringannya dunia di dalam hati.” Inilah yang tampak jelas dari kehidupan Nabi ﷺ.

BACA JUGA:   Tidur yang Berpahala: Adab-Adab yang Sering Kita Lupakan

Menariknya, meski tidur dengan sederhana, Rasulullah ﷺ sangat menjaga adab dan doa sebelum tidur. Beliau membaca, “Allahumma bismika ahyaa wa amuut” sebagai penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah. Beliau juga mengumpulkan kedua telapak tangan, meniupnya, membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, lalu mengusapkan ke seluruh tubuh sebanyak tiga kali. Inilah perlindungan ruhani sebelum terlelap.

Beliau tidur miring ke kanan, meletakkan tangan kanan di bawah pipi kanan, seraya berdoa agar dilindungi dari azab Allah pada hari kebangkitan. Doa-doa panjang penuh tauhid juga beliau baca, memuji Allah sebagai Rabb langit dan bumi, memohon perlindungan dari kejahatan, pelunasan utang, dan kecukupan dari kefakiran. Ibnul Qayyim رحمه الله berkata, “Petunjuk Nabi ﷺ adalah petunjuk paling sempurna dalam menjaga badan dan hati sekaligus.” Tidur beliau mengistirahatkan jasad dan menghidupkan ruh.

BACA JUGA: Kenapa Harus Baca Al-Mulk Setiap Malam Sebelum Tidur?

Ketika bangun tidur, Nabi ﷺ memulai hari dengan syukur, membaca, “Alhamdulillahilladzi ahyaanaa ba’da maa amaatanaa.” Lalu beliau bersiwak, membaca sepuluh ayat terakhir Ali ‘Imran, dan memanjatkan doa panjang yang berisi pengakuan iman, ketundukan, dan permohonan ampun. Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata, “Malam dan siang hanyalah wadah, maka isilah ia dengan ketaatan.”

Rasulullah ﷺ biasa tidur di awal malam dan bangun di akhir malam. Kadang beliau begadang demi kemaslahatan umat. Tidur beliau teratur, seimbang, dan penuh hikmah. Bahkan para ahli medis mengakui bahwa pola tidur beliau adalah yang paling ideal. Inilah sunnah yang sering kita remehkan, padahal di dalamnya terdapat keberkahan besar bagi jasad, akal, dan hati. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119