Home IbadahAbu Musa Ditanya saat Ada yang Bersin: Mengapa Engkau Tidak Mendoakannya?

Abu Musa Ditanya saat Ada yang Bersin: Mengapa Engkau Tidak Mendoakannya?

Setiap rasa ingin tahu anak adalah ladang pendidikan. Setiap pertanyaan mereka adalah kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai agama.

by Abu Umar
0 comments 167 views

Telah sampai kepada kita sebuah kisah sederhana, namun penuh makna. Kisah ini datang dari sahabat Nabi, Abu Burdah bin Abi Musa radhiyallaahu ‘anhumaa, yang memberi kita pelajaran berharga tentang dialog, adab, dan pentingnya ilmu dalam mendidik anak.

Abu Burdah berkata, “Aku melihat Abi Musa sedang berada di rumah Ummu Fadhl. Wanita itu bersin dan dia mendo’akannya. Tetapi, ketika aku bersin, dia tidak mendo’akanku.”

Rasa heran itu pun disampaikan kepada ibunya. Sebagai seorang anak, ia wajar bertanya mengapa dirinya diperlakukan berbeda. Ibunya pun mendengar cerita itu dengan penuh perhatian. Lalu ketika Abu Musa datang, sang ibu bertanya, “Kenapa anakku bersin tetapi engkau tidak mendo’akannya, sementara wanita itu bersin engkau mendo’akannya?”

BACA JUGA: Saudaraku, Saat Kita Diuji oleh Sakit

Abu Musa menjawab dengan tenang, “Anakmu bersin tetapi tidak mengucapkan alhamdulillah, sementara wanita itu bersin dan dia mengucapkan alhamdulillah. Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, ‘Apabila salah seorang di antara kalian bersin dan dia mengucapkan alhamdulillah, maka doakanlah. Apabila tidak mengucapkan alhamdulillah maka jangan kalian doakan’.”

Mendengar jawaban itu, sang ibu berkata, “Bagus, bagus.” (HR. Al Hakim)

Riwayat ini menyimpan banyak pelajaran berharga. Pertama, kita melihat bagaimana seorang anak menyampaikan rasa penasarannya tanpa takut. Itu terjadi karena ia tahu ibunya mau mendengar. Seorang ibu yang penuh perhatian adalah sosok yang membuat anak merasa aman untuk bertanya.

Kedua, kita belajar pentingnya adab dalam bersin. Nabi mengajarkan agar orang yang bersin mengucapkan alhamdulillah sebagai tanda syukur. Lalu orang lain menjawabnya dengan doa kebaikan. Ini bukan sekadar etika sosial, melainkan ibadah kecil yang mempererat hubungan antarmanusia.

Ketiga, kita mendapatkan pesan tentang pentingnya ilmu. Seorang anak bertanya, seorang ibu mendengarkan, dan seorang sahabat Nabi memberikan penjelasan berdasarkan hadits. Dari situ lahirlah sebuah pemahaman.

BACA JUGA: Doa Memohon Kemudahan dalam Setiap Urusan

Di sinilah letak inti pelajaran: mendidik anak bukan hanya dengan perintah, tetapi juga dengan dialog. Anak perlu ruang untuk bertanya, dan orang tua wajib menyiapkan diri dengan jawaban yang baik. Jika orang tua tidak tahu, maka tugasnya mencari ilmu agar bisa menjelaskan.

Maka, menjadi orang tua sejati memang harus berilmu. Sebab, setiap rasa ingin tahu anak adalah ladang pendidikan. Setiap pertanyaan mereka adalah kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai agama.

Mari kita teladani sikap ibu Abu Burdah yang penuh perhatian, dan sikap Abu Musa yang menjawab dengan dasar ilmu. Dengan begitu, rumah tangga kita akan dipenuhi dengan dialog yang mendidik, cinta yang menenangkan, dan ilmu yang menerangi. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119