Home MuhasabahWaktu: Pedang yang Bisa Menyelamatkan atau Menebas

Waktu: Pedang yang Bisa Menyelamatkan atau Menebas

Sungguh, kesibukan dalam kebaikan adalah penyelamat dari kesia-siaan.

by Abu Umar
0 comments 256 views

Dalam kitab Al Jawaabul Kaafi, Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan sebuah perkataan bijak dari Imam Syafi’i rahimahullah: “Waktu laksana pedang, jika engkau tidak menggunakannya maka ia yang malah akan menebasmu. Dan dirimu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia.”

Ungkapan ini mengingatkan kita bahwa waktu bukanlah sesuatu yang netral. Ia selalu “bekerja” – apakah untuk kita, atau justru melawan kita. Jika kita bijak memanfaatkannya untuk ketaatan, ilmu, amal shalih, dan kebaikan, maka waktu menjadi jalan menuju keberkahan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Namun, jika kita biarkan berlalu tanpa makna, ia justru akan menjadi saksi bisu yang menuntut kita pada hari perhitungan.

BACA JUGA: Waktu yang Kau Pergunakan

Rasulullah ﷺ pun telah menegaskan pentingnya kesadaran terhadap nikmat waktu ini. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, beliau bersabda: “Ada dua kenikmatan yang banyak dilupakan oleh manusia, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” Betapa sering manusia hanya menyadari berharganya dua nikmat ini ketika telah hilang. Ketika sakit, baru ia menyesal tidak memanfaatkan sehatnya untuk berbuat banyak. Ketika waktu sudah habis, baru ia sadar banyak amal yang belum ia lakukan.

Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah dalam kitab Fathul Bari menjelaskan perkataan Ibnu Bathal tentang hadits tersebut. Menurut beliau, maksudnya adalah seseorang baru benar-benar memiliki waktu luang ketika tubuhnya dalam keadaan sehat. Dan ketika Allah memberikan nikmat sehat serta waktu luang bersamaan, hendaknya seseorang bersemangat agar tidak terperdaya dan lalai dari bersyukur kepada Allah. Bentuk syukur itu adalah memanfaatkan nikmat tersebut untuk ibadah, menuntut ilmu, berbuat baik kepada sesama, serta menjauhi perkara yang sia-sia.

BACA JUGA:  Yang Dilakukan Rasulullah di Waktu Setelah Shubuh

Sungguh, kesibukan dalam kebaikan adalah penyelamat dari kesia-siaan. Seorang ulama salaf mengatakan, “Sesungguhnya jiwa manusia, bila tidak disibukkan dengan kebaikan, ia akan disibukkan dengan kebatilan.” Ini adalah sunnatullah. Jiwa manusia selalu butuh arah dan tujuan. Jika kita tidak menuntunnya menuju jalan yang benar, ia akan menempuh jalan yang salah dengan sendirinya.

Marilah kita renungkan, sudahkah kita benar-benar memanfaatkan nikmat sehat dan waktu luang yang Allah titipkan? Jangan sampai pedang waktu itu justru menjadi pedang yang menebas kita sendiri di kemudian hari. Semoga Allah memberi kita taufik untuk selalu mengisinya dengan amal yang diridhai-Nya. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119