Home KajianTanda Sehatnya Iman

Tanda Sehatnya Iman

Maka, jika hati digoda untuk kufur, syirik, nifak, atau maksiat, segeralah berlindung kepada Allah, sibukkan diri dengan zikir, perbanyak membaca Al-Qur'an, dan jangan memberi ruang bagi bisikan tersebut untuk berkembang.

by Abu Umar
0 comments 3 views

Tidak sedikit orang yang merasa gelisah ketika muncul lintasan-lintasan buruk di dalam hatinya. Ada yang khawatir imannya telah rusak hanya karena terbetik pikiran kufur, keraguan, atau keinginan untuk berbuat maksiat. Padahal, selama lintasan itu dibenci dan tidak diikuti, justru itulah salah satu tanda sehatnya iman.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

فَكُلُّ مَا وَقَعَ فِي قَلْبِ الْمُؤْمِنِ مِنْ خَوَاطِرِ الْكُفْرِ وَالنِّفَاقِ فَكَرِهَهُ وَأَلْقَاهُ ازْدَادَ إِيمَانًا وَيَقِينًا، كَمَا أَنَّ كُلَّ مَنْ حَدَّثَتْهُ نَفْسُهُ بِذَنْبٍ فَكَرِهَهُ وَنَفَاهُ عَنْ نَفْسِهِ وَتَرَكَهُ لِلَّهِ ازْدَادَ صَلَاحًا وَبِرًّا وَتَقْوَى.

“Setiap kali muncul di hati seorang mukmin lintasan kufur dan nifak, lalu ia membencinya dan membuangnya, niscaya bertambahlah iman dan keyakinannya. Demikian pula setiap orang yang terlintas keinginan untuk berbuat dosa, lalu ia membencinya, menepisnya dari dirinya, dan meninggalkannya karena Allah, maka bertambahlah kesalehan, kebaikan, dan ketakwaannya.” (Majmu’ Al-Fatawa, 10/767).

BACA JUGA:  Kesucian Kalbu dan Iman

Ucapan yang sangat berharga ini mengajarkan bahwa iman bukan berarti hati selalu bersih dari godaan. Selama hidup, seorang mukmin akan terus menghadapi bisikan setan dan hawa nafsu. Yang membedakan orang beriman dengan selainnya adalah bagaimana ia menyikapi bisikan tersebut.

Ketika muncul lintasan kekufuran, lalu hati merasa takut, benci, dan segera berlindung kepada Allah, maka itu merupakan bukti bahwa iman masih hidup. Demikian pula ketika muncul keinginan untuk bermaksiat, kemudian ia menahannya semata-mata karena takut kepada Allah, maka penolakan itu bernilai ibadah di sisi-Nya.

Rasulullah Muhammad ﷺ juga pernah menjelaskan bahwa para sahabat merasa sangat terganggu dengan lintasan-lintasan buruk yang muncul dalam hati mereka. Beliau kemudian bersabda, “Itulah tanda keimanan yang nyata.” (HR. Muslim). Artinya, rasa benci terhadap bisikan tersebut merupakan bukti bahwa hati masih dipenuhi keimanan.

BACA JUGA:  Merasa Bersalah karena Pikiran Sesat yang Terbesit? Itu Justru Tanda Iman

Karena itu, jangan mudah berputus asa ketika hati diuji dengan berbagai lintasan yang buruk. Yang berbahaya bukanlah sekadar munculnya bisikan, tetapi ketika seseorang menerimanya, meyakininya, atau mengamalkannya.

Maka, jika hati digoda untuk kufur, syirik, nifak, atau maksiat, segeralah berlindung kepada Allah, sibukkan diri dengan zikir, perbanyak membaca Al-Qur’an, dan jangan memberi ruang bagi bisikan tersebut untuk berkembang.

Seorang mukmin tidak diukur dari sedikitnya godaan yang datang, tetapi dari kesungguhannya melawan godaan itu demi mencari ridha Allah. Selama hati masih membenci keburukan dan terus memilih ketaatan, itulah pertanda bahwa iman di dalamnya masih hidup dan terus bertumbuh. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119