Home RenunganAllah Menghinakan Orang yang Meremehkan-Nya

Allah Menghinakan Orang yang Meremehkan-Nya

Tundukkan hati untuk taat kepada-Nya, laksanakan perintah-Nya dengan penuh penghormatan, dan jauhi segala bentuk peremehan terhadap agama.

by Abu Umar
0 comments 4 views

Kemuliaan sejati bukanlah banyaknya harta, tingginya jabatan, atau besarnya pengaruh di tengah manusia. Kemuliaan yang hakiki adalah ketika Allah memuliakan seorang hamba. Sebaliknya, kehinaan yang paling besar adalah ketika Allah sendiri menghinakan seseorang. Jika Allah telah menghinakannya, tidak ada satu pun makhluk yang mampu mengangkat derajatnya.

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa dosa bukan hanya mendatangkan hukuman di akhirat, tetapi juga menyebabkan berbagai hukuman yang menimpa hati seorang hamba di dunia. Beliau berkata,

“Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengisyaratkan hal ini dalam Kitab-Nya ketika menyebutkan hukuman-hukuman dosa. Dia menjerumuskan para pelakunya disebabkan perbuatan mereka sendiri, menutup hati mereka, dan menguncinya karena dosa-dosa mereka. Dia melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan-Nya. Dia menghinakan mereka sebagaimana mereka menghinakan agama-Nya. Dia menelantarkan mereka sebagaimana mereka menelantarkan perintah-Nya.” (Ad-Da’u wad Dawa’u, hlm. 70).

BACA JUGA: Kenapa Aku Terus Bermaksiat?

Perhatikanlah bagaimana Allah membalas seorang hamba sesuai dengan amalnya. Ketika seseorang meremehkan perintah Allah, maka ia sedang membuka pintu bagi kehinaan dirinya sendiri. Ketika ia berpaling dari petunjuk Allah, Allah pun membiarkannya tenggelam dalam kesesatan. Ketika ia menganggap ringan syariat-Nya, maka kemuliaan pun dicabut dari hidupnya.

Ibnul Qayyim kemudian mengutip firman Allah Ta’ala,

﴿وَمَن يُهِنِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن مُّكْرِمٍ﴾

“Barang siapa yang dihinakan Allah, maka tidak ada seorang pun yang dapat memuliakannya.” (QS. Al-Hajj: 18).

Ayat ini turun dalam konteks sujud seluruh makhluk kepada Allah. Ada manusia yang enggan bersujud kepada Rabb-nya. Mereka menganggap sujud sebagai sesuatu yang remeh, bahkan merasa tinggi hati untuk merendahkan diri di hadapan Penciptanya. Akibatnya, Allah menghinakan mereka. Setelah Allah menetapkan kehinaan itu, tidak ada siapa pun yang mampu mengubahnya.

BACA JUGA:Maksiat Melemahkan Pengagungan kepada Allah

Hal ini menjadi pelajaran bagi setiap muslim agar tidak pernah meremehkan syariat. Jangan menganggap ringan salat, menunda taubat, meremehkan aurat, menganggap dosa sebagai hal biasa, atau memperolok ajaran agama. Semua bentuk peremehan terhadap agama Allah akan kembali kepada pelakunya sendiri.

Sebaliknya, siapa yang memuliakan syariat Allah, Allah akan memuliakannya. Mungkin ia tidak dikenal manusia, tidak memiliki kekayaan yang melimpah, atau tidak memiliki kedudukan yang tinggi. Namun jika Allah memuliakannya dengan iman, ketakwaan, dan hidayah, maka itulah kemuliaan yang tidak dapat ditandingi oleh apa pun di dunia.

Marilah kita senantiasa mengagungkan Allah dan seluruh syariat-Nya. Tundukkan hati untuk taat kepada-Nya, laksanakan perintah-Nya dengan penuh penghormatan, dan jauhi segala bentuk peremehan terhadap agama. Sebab kemuliaan seorang hamba tidak diukur oleh pandangan manusia, melainkan oleh bagaimana Allah memandangnya. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119