Home Baiti JannatiNafkah untuk Keluarga, Sedekah dengan Pahala Terbesar

Nafkah untuk Keluarga, Sedekah dengan Pahala Terbesar

Jangan sampai seseorang ingin dikenal sebagai dermawan di luar rumah, sementara istri dan anak-anaknya hidup dalam kekurangan akibat kewajibannya diabaikan.

by Abu Umar
0 comments 8 views

Sebagian orang mengira bahwa amal terbaik dalam menginfakkan harta selalu berupa sedekah kepada orang lain. Padahal, Islam mengajarkan bahwa memberikan nafkah kepada keluarga merupakan salah satu bentuk pengeluaran harta yang memiliki pahala sangat besar.

Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:

دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي رَقَبَةٍ، وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ، وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ، أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِي أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ

“Dinar yang engkau infakkan di jalan Allah, dinar yang engkau infakkan untuk membebaskan seorang budak, dinar yang engkau sedekahkan kepada orang miskin, dan dinar yang engkau infakkan untuk keluargamu, maka yang paling besar pahalanya adalah dinar yang engkau infakkan untuk keluargamu.” (HR. Muslim no. 995)

Hadis ini menunjukkan betapa besar kedudukan nafkah keluarga dalam Islam.

Memberikan makanan kepada istri dan anak-anak, memenuhi kebutuhan rumah tangga, menyediakan pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan kebutuhan lainnya merupakan bagian dari tanggung jawab seorang Muslim.

BACA JUGA: Ikhtiar Nafkah Seorang Lelaki: Jalan Menuju Surga

Jika semua itu dilakukan dengan cara yang halal dan diniatkan untuk menjalankan kewajiban serta mencari rida Allah, maka setiap pengeluaran tersebut dapat bernilai pahala.

Bahkan, dalam hadis ini dijelaskan bahwa nafkah kepada keluarga memiliki pahala yang sangat besar dibandingkan berbagai bentuk infak yang disebutkan.

Dari sini para ulama menjelaskan sebuah kaidah penting, yaitu bahwa amalan yang wajib pada asalnya lebih didahulukan daripada amalan yang sunnah.

Jangan sampai seseorang bersemangat memberikan sedekah kepada banyak orang, tetapi justru melalaikan kebutuhan keluarga yang menjadi tanggung jawabnya.

Jangan sampai seseorang ingin dikenal sebagai dermawan di luar rumah, sementara istri dan anak-anaknya hidup dalam kekurangan akibat kewajibannya diabaikan.

BACA JUGA:  Nafkahi Keluargamu, Itu Salah Satu Tanda Takwa

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

طَلَبُ الْحَلَالِ، وَالنَّفَقَةُ عَلَى الْعِيَالِ؛ بَابٌ عَظِيمٌ لَا يَعْدِلُهُ شَيْءٌ مِنْ أَعْمَالِ الْبِرِّ

“Mencari penghasilan yang halal dan memberikan nafkah kepada keluarga adalah perkara yang agung, tidak ada sesuatu pun yang dapat menandinginya dari amal-amal kebaikan yang bersifat sunnah.” (Al-Iman Al-Awsath, hlm. 609)

Maka, jangan pernah meremehkan usaha mencari nafkah yang halal.

Jangan merasa bahwa bekerja keras demi keluarga hanyalah urusan dunia.

Ketika seorang suami bekerja dengan jujur untuk mencukupi keluarganya, ketika seorang ayah berusaha memenuhi kebutuhan anak-anaknya, dan ketika semua itu dilakukan karena Allah, maka aktivitas tersebut dapat berubah menjadi ibadah.

Nafkah kepada keluarga bukan sekadar pengeluaran. Dengan niat yang benar, ia adalah sedekah dan jalan untuk meraih pahala yang besar di sisi Allah. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119