Home Yaumul HisabMembaca Catatan Diri Sendiri

Membaca Catatan Diri Sendiri

Sebelum datang hari ketika kita diperintahkan membaca kitab kehidupan kita sendiri, masih ada kesempatan untuk memperbaiki apa yang akan tertulis di dalamnya.

by Abu Umar
0 comments 4 views

Pernahkah kita membayangkan suatu hari nanti, ketika seluruh perjalanan hidup kita dibuka kembali di hadapan kita?

Bukan dalam bentuk cerita.

Bukan berdasarkan ingatan orang lain.

Bukan pula berdasarkan penilaian manusia.

Tetapi seluruh amal kita sendiri.

Setiap perkataan.

Setiap perbuatan.

Setiap langkah.

Setiap kebaikan yang pernah kita sembunyikan.

Dan setiap dosa yang mungkin selama ini kita kira telah terlupakan.

BACA JUGA: Catatan Amal dalam Sebuah Buku

Lalu, bagaimana perasaan kita ketika catatan itu dibuka?

Apakah kita akan tersenyum ketika membacanya?

Ataukah kita berharap ada halaman-halaman tertentu yang tidak pernah kita tulis?

Sebagian ulama berkata, “Sungguh Allah berlaku adil, telah menjadikan engkau sebagai penghisab atas dirimu sendiri.”

Betapa adilnya Allah.

Kelak, seseorang tidak akan dapat berkata bahwa ia dizalimi.

Tidak pula dapat beralasan bahwa catatan amalnya dibuat secara tidak benar.

Karena Allah akan memerintahkannya untuk membaca sendiri catatan kehidupannya.

Allah Ta‘ala berfirman:

“Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.” (Al-Isra’: 14)

Saudaraku, coba tanyakan kepada diri sendiri.

Jika kitab amal kita diberikan hari ini, apakah kita siap membacanya?

Bagaimana dengan halaman yang berisi perkataan kita?

Berapa banyak kata yang telah kita ucapkan tanpa dipikirkan?

Bagaimana dengan pandangan kita?

Berapa banyak yang kita lihat karena Allah, dan berapa banyak yang kita lihat karena mengikuti hawa nafsu?

Bagaimana dengan waktu yang telah Allah berikan?

Berapa banyak yang telah kita gunakan untuk beribadah?

Dan berapa banyak yang habis begitu saja tanpa menghasilkan kebaikan?

Mungkin hari ini kita masih bisa melupakan kesalahan.

Mungkin orang lain tidak mengetahui dosa kita.

Mungkin suatu perbuatan telah lama berlalu dari ingatan manusia.

Tetapi, apakah ia telah hilang dari catatan amal?

BACA JUGA: Pencatatan Amal Perbuatan dalam Lembaran Amal

Karena itu, sebelum datang hari ketika kita diperintahkan membaca kitab kehidupan kita sendiri, masih ada kesempatan untuk memperbaiki apa yang akan tertulis di dalamnya.

Masih ada kesempatan untuk bertobat.

Masih ada kesempatan untuk meminta ampun.

Masih ada kesempatan untuk mengganti keburukan dengan kebaikan.

Hari ini, kita sedang menulis halaman demi halaman dalam kitab amal kita.

Setiap hari, pena kehidupan terus berjalan.

Pertanyaannya, apa yang sedang kita tulis?

Dan pertanyaan yang lebih menakutkan:

Apakah kita siap membaca semuanya kembali di hadapan Allah? []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119