Home TsaqofahMenjadi Golongan yang Sedikit, Seperti Diberitakan oleh Al-Qur’an, Siapa Saja?

Menjadi Golongan yang Sedikit, Seperti Diberitakan oleh Al-Qur’an, Siapa Saja?

Bisa jadi, engkau sedang berada di antara golongan yang sedikit, tetapi dicintai oleh Allah.

by Abu Umar
0 comments 25 views

Dalam banyak ayat Al-Qur’an, Allah Ta’ala mengabarkan bahwa orang-orang yang benar-benar beriman, bersyukur, dan istiqamah di atas kebenaran sering kali berasal dari golongan yang sedikit. Hal ini bukan untuk membuat seorang mukmin merasa asing, tetapi agar ia tetap teguh meskipun tidak berada di tengah mayoritas.

Allah Ta’ala berfirman,

﴿وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ﴾

“Dan sedikit sekali di antara hamba-hamba-Ku yang bersyukur.” (QS. Saba’: 13)

Ayat ini menunjukkan bahwa bersyukur bukan sekadar mengucapkan alhamdulillah, tetapi menggunakan seluruh nikmat untuk menaati Allah. Orang yang benar-benar bersyukur ternyata tidak banyak jumlahnya.

BACA JUGA:  14 Golongan Wanita yang Haram Dinikahi dalam Islam

Allah juga berfirman,

﴿وَمَا آمَنَ مَعَهُ إِلَّا قَلِيلٌ﴾

“Dan tidak beriman bersama Nuh itu kecuali sedikit.” (QS. Hud: 40)

Nabi Nuh ‘alaihissalam berdakwah selama ratusan tahun, namun hanya sedikit yang menerima dakwah beliau. Ini menjadi pelajaran bahwa ukuran kebenaran bukanlah banyak atau sedikitnya pengikut, tetapi kesesuaiannya dengan wahyu Allah.

Demikian pula Allah berfirman,

﴿وَقَلِيلٌ مَّا هُمْ﴾

“Dan sedikit sekali mereka itu.” (QS. Shad: 24)

Ayat ini mengingatkan bahwa orang-orang yang menjaga keadilan, amanah, dan tidak berbuat zalim sering kali menjadi kelompok minoritas di tengah masyarakat.

Rasulullah Muhammad ﷺ juga mengabarkan bahwa Islam akan kembali dianggap asing.

banner

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ غَرِيبًا كَمَا بَدَأَ فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing sebagaimana awal kemunculannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing.” (HR. Muslim)

Yang dimaksud “asing” bukanlah membuat ajaran baru, melainkan tetap berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah ketika banyak manusia mulai meninggalkannya.

Imam Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata,

“Tetaplah berjalan di jalan petunjuk. Jangan merasa kesepian karena sedikitnya orang yang menempuhnya. Dan jauhilah jalan kesesatan. Jangan tertipu oleh banyaknya orang yang binasa di atasnya.”

BACA JUGA:  4 Golongan Manusia dengan Kematian

Perkataan ini mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak mengukur kebenaran dengan jumlah pengikut, melainkan dengan dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah menurut pemahaman para sahabat Rasulullah ﷺ.

Karena itu, jangan berkecil hati jika engkau termasuk orang yang menjaga shalat ketika banyak yang lalai, menutup aurat ketika banyak yang membuka aurat, jujur ketika banyak yang berdusta, atau istiqamah dalam menuntut ilmu ketika banyak yang sibuk dengan dunia. Bisa jadi, engkau sedang berada di antara golongan yang sedikit, tetapi dicintai oleh Allah.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang bersyukur, istiqamah di atas kebenaran, dan tidak tertipu oleh banyaknya orang yang menyelisihi petunjuk-Nya. Sebab kemuliaan di sisi Allah tidak diukur dengan jumlah, melainkan dengan ketakwaan. Āamiīn. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119