Home RenunganHarta Kita Sebenarnya

Harta Kita Sebenarnya

Orang yang cerdas adalah orang yang memanfaatkan hartanya sebelum hartanya dimanfaatkan oleh orang lain.

by Abu Umar
0 comments 4 views

Umar bin Dzar rahimahullah mengisahkan:

Rabi’ bin Abi Rasyid pernah melihat seorang yang sedang sakit membagikan sebagian hartanya kepada para tetangganya sebagai sedekah. Melihat hal itu, beliau berkata:

“Hadiah adalah pembuka kedekatan sebelum kunjungan.”

Tidak lama setelah itu, hanya berselang beberapa hari, orang yang sakit tersebut meninggal dunia.

Ketika mendengar kabar kematiannya, Rabi’ bin Abi Rasyid menangis lalu berkata:

“Demi Allah, ia telah mempersiapkan bekal dengan sangat baik untuk menghadapi kematiannya. Ia mengetahui bahwa tidak ada harta yang benar-benar bermanfaat baginya selain harta yang telah ia kirimkan lebih dahulu (melalui sedekah).”

📚 Shifatush Shafwah, hlm. 469.

BACA JUGA: Jagalah Harta Kita dengan Sedekah

Kisah ini mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi setiap Muslim. Banyak manusia menghabiskan hidupnya untuk mengumpulkan harta, namun sedikit yang benar-benar memikirkan ke mana harta itu akan pergi setelah dirinya meninggal dunia.

Pada hakikatnya, harta yang tersimpan di rekening, rumah, kendaraan, dan berbagai aset yang dimiliki akan berpindah kepada ahli waris. Adapun harta yang disedekahkan di jalan Allah, itulah yang akan tetap menemani seorang hamba hingga ke alam akhirat.

Rasulullah Muhammad ﷺ pernah mengingatkan bahwa harta seseorang yang sesungguhnya adalah apa yang telah ia makan lalu habis, apa yang telah ia pakai lalu usang, dan apa yang telah ia sedekahkan lalu tersimpan sebagai pahala di sisi Allah.

Orang saleh dalam kisah ini memahami hakikat tersebut. Ketika ajal semakin dekat, ia tidak sibuk menambah dunia yang akan ditinggalkannya, tetapi justru berusaha mengirimkan bekal yang akan menyertainya setelah kematian.

Betapa banyak manusia yang menyesali hartanya ketika ajal datang, karena selama hidup terlalu sibuk mengumpulkan namun sedikit yang disalurkan untuk amal saleh. Sebaliknya, orang yang gemar bersedekah akan mendapati bahwa hartanya tidak berkurang, bahkan berubah menjadi simpanan pahala yang terus menantinya di akhirat.

BACA JUGA: Ketika Harta dan Keluarga Melalaikan: Jalan Halus Menuju Kemunafikan

Kematian tidak memandang usia, kedudukan, ataupun banyaknya harta. Karena itu, orang yang cerdas adalah orang yang memanfaatkan hartanya sebelum hartanya dimanfaatkan oleh orang lain.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang memahami bahwa harta terbaik bukanlah yang tersimpan di dunia, melainkan yang telah kita persembahkan untuk mencari ridha-Nya dan menjadi bekal saat menghadap-Nya. []

📚 Shifatush Shafwah, hlm. 469.

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119