Home Akhir ZamanIbn Shayyad dan Dajal

Ibn Shayyad dan Dajal

Dalam riwayat lain dalam Shahih Muslim diceritakan bahwa Ibn Umar menyampaikan kepada Ibn Shayyad perkataan yang membuatnya marah, sehingga ia berteriak sampai terdengar di sepanjang jalan.

by Abu Umar
0 comments 46 views

Ibn Shayyad adalah seorang Yahudi Madinah. Namanya Shaf, menyerupai Dajal dalam banyak sifatnya. Rasulullah ﷺ ragu tentang Ibn Shayyad, dan beliau berusaha mengungkap serta mengetahui hakikatnya. Ini menjadi indikasi bahwa beliau tidak memperoleh wahyu apa pun tentang Ibn Shayyad.

Dalam Shahih-nya, dari Abdullah ibn Umar, Muslim meriwayatkan bahwa Umar ibn Khaththab bersama Rasulullah ﷺ dan beberapa orang sahabat pergi mencari Ibn Shayyad. Mereka menemukannya sedang bermain dengan beberapa anak muda di sekitar benteng Bani Mughalah.

Saat itu, Ibn Shayyad sudah hampir tua sehingga dia tidak mengetahui kedatangan mereka sampai Rasulullah ﷺ menepuk punggungnya. Rasulullah ﷺ lalu berkata kepadanya, “Apakah Anda bersaksi bahwa saya Ra-sulullah?” Ibn Shayyad memandangnya, lalu menjawab, “Saya bersaksi bahwa Anda adalah rasul bagi orang-orang ummi.” Lalu Ibn Shayyad bertanya kepada Rasulullah ﷺ, “Apakah Anda bersaksi bahwa saya Rasulullah?” Rasulullah ﷺ menolaknya dan berkata, “Saya beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, “96 Ra-sulullah ﷺ kemudian bertanya kepadanya, “Apa yang Anda lihat?” Dia menjawab, “Datang kepadaku orang yang jujur dan pendusta.” Rasulullah ﷺ berkata kepadanya, “Anda telah mencampuradukkan masalah.”

BACA JUGA: Akidah Ahlusunah tentang Dajal

Rasulullah ﷺ lalu berkata kepada-nya, “Saya menyembunyikan sesuatu dari Anda.” Dia berkata, “Itu adalah asap.” Rasulullah ﷺ berkata, “Diamlah, Anda tidak akan dapat melebihi kemampuan Anda.” Umar ibn Khaththab berkata, “Ya Rasulullah, izinkanlah saya membunuhnya.” Rasulullah ﷺ berkata kepada Umar, “Jika benar dia Dajal, kamu tidak akan dapat mengalahkannya, jika dia bukan Dajal, tidak ada aranya kamu membunuhnya.”

Rasulullah ﷺ pernah mendatanginya lagi. Muslim meriwayatkan setelah hadis di atas dalam sebuah riwayat dari Salim ibn Abdullah, yang mengutip cerita Abdullah ibn Umar, “Setelah itu, bersama Ubai ibn Kaab al-Anshari, Rasulullah ﷺ pergi ke kebun korma tempat Ibn Shayyad berada. Setelah sampai, Rasulullah ﷺ bersembunyi di balik pohon korma, membiarkan Ibn Shayyad tidak menyadari kedatangannya supaya dapat me-mergoki perkataannya sebelum dia melihat beliau. Rasulullah ﷺ melihatnya berbaring di atas kasur di tikar yang lusuh sambil bergumam.

Umm Sha’id lalu melihat Rasulullah ﷺ sedang bersembunyi di balik pohon korma, lalu dia meneriakkan nama Ibn Shayyad, yaitu Shaf, dan memberitahukan kedatangan Muhammad kepadanya. Ibn Shayyad pun kabur. Rasulullah ﷺ berkata, ‘Seandainya wanita itu membiarkannya, dia pasti akan menjelaskan.”

An-Nawawi, dalam kitab syarahnya atas Shahih Muslim, mengatakan, “Ulama berpendapat bahwa cerita Ibn Shayyad ini muskil dan tidak jelas, apakah dirinya adalah Almasih Dajal yang masyhur itu atau bukan, meskipun jelas dia merupakan salah seorang di antara para dajal. Menurut mereka, makna lahir hadis-hadis itu adalah bahwa Rasulullah ﷺ, tidak mendapatkan wahyu bahwa dia adalah Almasih Dajal ataupun bukan, tetapi sifat-sifat Dajal diwahyukan kepadanya, dan di dalam diri Ibn Shayyad terdapat kemungkinan ciri-ciri itu. Rasulullah ﷺ tidak memastikan dia Dajal atau bukan. Karena itu, beliau mengatakan kepada Umar, ‘Kalau benar dia Dajal, kamu tidak akan mampu membunuhnya. ”

Saat itu, Umar ibn Khaththab dan Abdullah ibn Umar sudah memastikan bahwa Ibn Shayyad adalah Dajal. Sebab, dalam sebuah sanad yang sahih, Abu Dawud meriwayatkan sebuah perkataan Ibn Umar, “Demi Allah, saya tidak ragu bahwa Ibn Shayyad adalah al-Masih ad-Dajal. ”

An-Nawawi mengutip perkataan al-Baihaqi, “Hadis Jabir hanya menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ tidak menanggapi perkataan Umar, sehingga hadis itu dapat beraru bahwa Rasulullah ﷺ tidak memberikan keputusan tentang Ibn Shayvad. Selanjut nya, beliau mendapat penjelasan bahwa dia bukanlah Dajal, se-bagaimana beliau jelaskan dalam hadis Tamim.”

Ibn Shayyad masih hidup beberapa waktu setelah Rasulullah ﷺ wafat. Dia mengaku masuk Islam, tetapi orang-orang tidak mempercayai keislamannya dan tetap meragukannya. Contonnya adalah Ibn Umar, sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim, yang bertemu dengan Ibn Shayyad dua kali.

Pada pertemuannya yang pertama, Ibn Umar bertanya kepada orang-orang yang bersama-nya, “Apakah kalian mengatakan bahwa dia adalah Dajal?” Me-reka menjawab, “Demi Allah, tidak!” Ibn Umar berkata, “Kalian bohong! Demi Allah, sebagian dari kalian bercerita kepada saya bahwa dia tidak akan mati sebelum menjadi orang yang paling kaya dan paling banyak anak, dan sekarang dia seperti itu.”

Ibn Umar dan orang-orang yang bersamanya lalu berbincang-bincang dengan Ibn Shayyad, kemudian mereka meninggalkannya. Setelah itu Ibn Umar berjumpa lagi dengannya ketika matanya sudah rabun. Ibn Umar bercerita, “Saya berkata kepadanya, ‘Sejak kapan mata Anda seperti ini?’ Dia menjawab, ‘Saya tidak tahu. Saya berkata kepadanya, ‘Anda tidak tahu padahal mata itu ada di kepala Anda? Dia menjawab, “Kalau Tuhan mau, Dia bisa menciptakannya di tongkatmu ini.”

Setelah mengatakan itu, Ibn Shayyad menggerung seperti gerungan keledai paling keras yang pernah saya dengar.” Mengakhiri ceritanya, Ibn Umar ber-kata, “Sahabat-sahabat saya menyangka bahwa saya telah memu-kulnya dengan tongkat saya hingga tongkat itu patah, padahal, demi Allah, saya tidak merasa melakukan itu.”

Dalam riwayat lain dalam Shahih Muslim diceritakan bahwa Ibn Umar menyampaikan kepada Ibn Shayyad perkataan yang membuatnya marah, sehingga ia berteriak sampai terdengar di sepanjang jalan.

Setelah itu, Ibn Umar menemui Hafshah. Se-telah mendengar ceritanya, Hafshah berkata kepadanya, “Semoga Allah menyayangimu! Apa sebenarnya yang kau inginkan dari Ibn Shayyad? Bukankah kau tahu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Yang keluar dari kemarahan hanyalah sesuatu yang tidak kau sukai? Kami pergi haji (atau umrah), dan Ibn Shayyad ikut bersama kami. Lalu kami singgah di suatu tempat. Orang-orang berpencar, dan tinggallah saya bersama Ibn Shayyad. Saya merasa canggung, disebabkan berita-berita tentang dia. Ibn Shayyad lalu datang membawa barang-barangnya dan meletakkannya di atas barang-barang saya.

BACA JUGA: Cara Berlindung dari Fitnah Dajjal

Saya berkata, “Hari sangat panas, sebaiknya Anda meletakkan barang-barang Anda di bawah pohon itu.” Dia pun melakukannya. Lalu kami dibawakan susu kambing. Ibn Shayyad mengambil mangkuk yang besar, lalu berkata kepada saya, “Minumlah, hai Abu Said!” Saya berkata, “Hari sangat panas dan susu itu panas,” padahal sebenarnya saya hanya segan minum dari tangannya atau mengambil sesuatu dari tangannya.

Dia berkata kepada saya, “Hai Abu Sa’id, saya pernah terobsesi meng-ambil tambang, menggantungkannya di atas pohon, lalu meng-gantung diri saya dengannya, dikarenakan semua yang dituduh-kan orang-orang kepada saya. Hai Abu Sa’id, bukankah semua orang mengetahui hadis Rasulullah ﷺ, seperti kalian orang-orang Anshar, dan bukankah Anda salah seorang yang paling mengetahui hadis Rasulullah ﷺ? Bukankah Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Dajal itu kafir, sedangkan saya muslim? Bukankah Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Dajal itu mandul, tidak mempunyai anak, sedangkan saya meninggalkan anak-anak saya di Madinah? Bukankah Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Dajal tidak akan masuk ke Madinah dan Mekah, sedangkan saya sekarang ini da-tang dari Madinah dan sedang menuju Mekah?”

Tetapi, dalil-dalil yang disebutkan oleh Ibn Shayyad ini runtuh dan kehilangan pengaruh dalam jiwa Abu Sa’id setelah Ibn Shayyad melanjutkan ucapannya, “Demi Allah, saya tahu sekarang bagaimana dirinya, dan saya tahu bapak dan ibunya.” Abu Sa’id berkata, “Ditanyakan kepadanya, ‘Apa Anda senang kalau menjadi dirinya?’ Ia menjawab, “Kalau diberikan kepada saya, saya tidak akan menolak.” []

Sumber: Ensiklopedia Kiamat / Penulis: Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar / Penerbit Serambi / Cetakan 1, Mei 2002

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119