Home KajianMana Dulu, Puasa 6 Hari Syawal ataukah Qadha Ramadhan?

Mana Dulu, Puasa 6 Hari Syawal ataukah Qadha Ramadhan?

Mengqadha puasa Ramadhan merupakan kewajiban yang termasuk rukun Islam, sehingga harus diprioritaskan.

by Abu Umar
0 comments 153 views

Puasa enam hari di bulan Syawal berkaitan erat dengan kesempurnaan puasa Ramadhan. Hal ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ: “Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim no. 1164).

Kata “kemudian” dalam hadits tersebut menunjukkan urutan. Artinya, seseorang harus menyempurnakan puasa Ramadhan terlebih dahulu—termasuk mengganti (qadha) hari yang terlewat—baru setelah itu melaksanakan puasa enam hari Syawal agar memperoleh keutamaan yang disebutkan.

BACA JUGA:  Kapankah Boleh Mulai Puasa Syawal?

Orang yang masih memiliki utang puasa Ramadhan tidak dapat dikatakan telah menyempurnakan puasa Ramadhan secara penuh. Karena itu, ia belum termasuk dalam cakupan hadits tersebut hingga ia menunaikan qadha yang wajib.

Namun, terdapat keringanan bagi orang yang memiliki uzur. Misalnya, seorang wanita yang mengalami nifas sehingga tidak dapat berpuasa di bulan Ramadhan, lalu menghabiskan seluruh bulan Syawal untuk mengqadha puasanya. Dalam kondisi seperti ini, ia boleh melaksanakan puasa enam hari Syawal di bulan Dzulqa’dah. Ia tetap mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukannya di bulan Syawal, karena penundaan tersebut disebabkan oleh uzur yang dibenarkan.

Hal serupa berlaku bagi siapa saja yang memiliki alasan syar’i sehingga tidak sempat melaksanakan puasa Syawal tepat waktu. Namun, bagi orang yang sengaja melewatkan puasa enam hari Syawal tanpa alasan, maka ia tidak akan mendapatkan keutamaannya.

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin رحمه الله menegaskan bahwa seseorang yang masih memiliki utang puasa Ramadhan wajib mendahulukan qadha sebelum melaksanakan puasa sunnah Syawal. Sebab, ia belum dianggap telah menyempurnakan puasa Ramadhan sebagaimana disebutkan dalam hadits.

BACA JUGA:  3 Tata Cara Pelaksanaan Puasa Syawal

Selain itu, mengqadha puasa Ramadhan merupakan kewajiban yang termasuk rukun Islam, sehingga harus diprioritaskan. Adapun puasa enam hari Syawal hukumnya sunnah (dianjurkan). Maka, mendahulukan kewajiban lebih utama daripada amalan sunnah.

Kesimpulannya, yang paling tepat adalah menyelesaikan qadha puasa Ramadhan terlebih dahulu, kemudian melaksanakan puasa enam hari Syawal. Jika ada uzur hingga tertunda, maka boleh menggantinya di bulan berikutnya dan tetap berharap pahala dari Allah.

Wallahu a’lam. []

RUJUKAN: ISLAMQA

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119