Ulama berbeda pendapat mengenai mana yang lebih utama di antara uzlah dan bergaul dengan orang lain, karena dua hal tersebut sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kendati demikian, sebagian besar pezuhud lebih memilih untuk beruzlah. Termasuk orang-orang yang mengutamakan uzlah daripada bergaul, adalah Sofyan ats-Tsauri, Ibrahim bin Adham, Daud ath-Tha’i, Fud-hail, dan Bisyr al-Hafi.
Adapun mereka yang lebih memilih bergaul daripada uzlah, adalah Sa’id bin al-Musayyab, Syuraih, asy-Sya’bi, dan Ibnu al-Mubarak.
Mereka memiliki alasan tersendiri mengapa memilih uzlah atau bergaul sebagai pilihan. Dalam pembahasan berikut, kami akan paparkan alasan-alasan mereka.
BACA JUGA: Adab Bergaul dan Berkumpul
Bagi mereka yang lebih memilih uzlah berpendapat bahwa hal ini sesuai dengan sebuah hadits yang diriwa-yatkan dari Abi Sa’id bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah ﷺ, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling baik itu?” Beliau menjawab, “Orang yang paling baik adalah ia yang berjihad dengan diri, hartanya, pergi ke gunung untuk beribadah kepada Tuhannya, dan meninggalkan keburukan manusia.” (HR al-Bukhari dan Muslim)
Sementara itu, diriwayatkan dari Uqbah bin Amir ra. bahwa ia bertanya kepada Rasulullah ﷺ, “Wahai Rasulullah, apa itu keselamatan?” Beliau menjawab, “Keselamatan itu adalah engkau dapat menguasai lisanmu, engkau memperluas rumahmu, dan engkau mengisinya dengan berbagai kesalahan.” (HR at-Tirmidzi)
Umar bin Khaththab berkata, “Ambillah kesempatan kalian untuk beruzlah!”
Ibnu Masud berucap, “Jadilah kalian sumber-sumber ilmu, lampu-lampu malam, orang-orang yang tidak meninggalkan rumah, hati yang senantiasa baru, berbaju usang, niscaya kalian akan dikenal oleh penghuni langit dan ditakuti oleh penduduk bumi.”
Abu Darda’ berkata, “Betul, bahwa tempat pertapaan seseorang itu terletak di rumahnya sendiri tempat yang di dalamnya ia menjaga lisan, kemaluan, dan penglihatannya. Jagalah diri kalian dari majelis-majelis di tengah pasar karena engkau hanya akan bersenang-senang dan membuang-buang waktu.”
Daud ath-Tha’i menuturkan, “Larilah dari manusia, sebagaimana dirimu berhamburan dari singa!”
Abu Muhalhil suatu saat pernah mengatakan, “Sofyan ats-Tsauri pernah menarik tanganku dan membawaku ke sebuah kuburan, kami pun beruzlah di salah satu pojok kuburan tersebut. Sofyan ketika itu menangis seraya ber-kata, ‘Hai Abu Muhalhil, jika engkau dapat melepaskan dirimu dari berkumpul bersama satu orang pun di waktu yang engkau punya, maka lakukanlah, lalu fokuskan dirimu pada satu hal, yaitu memperbaiki yang rusak dari dirimu dan menyatukan yang terpecah belah.”
Adapun mereka yang lebih mengutamakan mukhalathah daripada uzlah beralasan dengan beberapa dalil, antara lain sebagai berikut.
Seperti hadits yang menyebutkan, “Orang mukmin yang bergaul dengan orang lain, lalu sabar terhadap keburukan yang datang dari mereka lebih baik daripada orang mukmin yang tidak bergaul, sementara tidak tahan terhadap keburukan yang datang dari mereka.”
Mereka juga berdalil dengan alasan-alasan yang lemah dan tidak dapat dijadikan sandaran. Salah satunya adalah firman Allah SWT yang berbunyi, “Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai berai dan berselisih.” (Ali Imrân: 105)
BACA JUGA: Menundukkan Diri Sendiri
Akan tetapi, berdalil dengan ayat di atas sangatlah lemah karena sesungguhnya yang dimaksud dengan ayat tersebut adalah cerai-berainya pandangan dan berselisih antarmazhab di dalam suatu satu pokok ajaran agama.
Mereka juga berdali dengan hadits, “Tidak diperkenankan hajrali (ti dak menyapa orang lain) lebih dari tiga hari.” Mereka berpendapat bahwa uzlah bahkan lebih dari tidak menyapa, namun menggunakan dalil ini juga pendapat yang lemah Sebab yang dimaksud dengan sabda Rasulullah ﷺ tersebut adalah tidak mengajak berbicara, tidak menyapa (mengucapkan salam), dan tidak pula bergaul sebagaimana mestinya. []
Sumber: Mukhtashar Minhaj al-Qashidîn (Rahasia Hidup Orang-orang Shaleh) / Penulis: Ibnu Qudamah / Penerbit: al-Maktab al-Islami (Khatuliswa Pers) / Tahun Terbit ?/Cet.: 2000/Kesembilan
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

