Home KajianHati-Hati dengan Ucapan yang Mengandung Syirik

Hati-Hati dengan Ucapan yang Mengandung Syirik

Menjaga tauhid bukan hanya ketika beribadah di masjid, tetapi juga ketika berbicara di rumah, di tempat kerja, dan di tengah masyarakat.

by Abu Umar
0 comments 6 views

Islam mengajarkan agar seorang muslim menjaga lisannya sebagaimana ia menjaga hati dan amalnya. Sebab, ada kalanya seseorang mengucapkan sebuah kalimat yang dianggap biasa, padahal di dalamnya terdapat pelanggaran terhadap tauhid. Oleh karena itu, setiap muslim wajib berhati-hati dalam memilih ucapan agar tidak terjatuh ke dalam syirik, baik yang besar maupun yang kecil.

Di antara peringatan para ulama salaf dari riwayat yang disebutkan oleh Ibnu Abi Hatim adalah:

«لَا تَجْعَلْ فُلَانًا لِلَّهِ نِدًّا فِي هَذِهِ الْأَقْوَالِ، فَإِنَّهَا كُلَّهَا شِرْكٌ»

“Janganlah engkau menjadikan si fulan sebagai sekutu bagi Allah dalam ucapan-ucapan tersebut. Semua ucapan ini adalah perbuatan syirik.” (HR. Ibnu Abi Hatim).

Peringatan ini berkaitan dengan ucapan-ucapan yang menjadikan makhluk seolah-olah memiliki kedudukan yang setara dengan kehendak atau kekuasaan Allah. Misalnya, seseorang berkata, “Kalau bukan karena Allah dan si fulan…”, atau “Atas kehendak Allah dan kehendakmu.” Ucapan semacam ini perlu diperbaiki agar sesuai dengan ajaran tauhid.

BACA JUGA:  Ada Berapa Macam Syirik?

Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan adab yang benar dalam bertutur kata. Beliau memerintahkan agar seorang muslim mengucapkan, “Kalau bukan karena Allah, kemudian karena si fulan,” sehingga jelas bahwa segala sesuatu terjadi pertama kali karena kehendak Allah, sedangkan makhluk hanyalah sebab yang Allah ciptakan.

Tauhid bukan hanya tampak dalam ibadah seperti shalat, puasa, dan zakat. Tauhid juga tercermin dalam ucapan sehari-hari. Seorang mukmin meyakini bahwa tidak ada yang mampu memberi manfaat atau menolak mudarat kecuali Allah. Adapun manusia, harta, jabatan, atau sebab-sebab lainnya hanyalah sarana yang tidak akan berfungsi tanpa izin dan kehendak-Nya.

Para ulama menjelaskan bahwa menjaga lisan termasuk bentuk penjagaan terhadap akidah. Sebab, lisan adalah cerminan keyakinan hati. Kalimat yang baik menunjukkan lurusnya akidah, sedangkan ucapan yang menyimpang dapat menjadi tanda adanya kekeliruan dalam memahami tauhid.

BACA JUGA:  Mengapa Dosa Syirik Sangat Dibenci oleh Allah SWT?

Karena itu, biasakanlah mengucapkan kalimat-kalimat yang benar menurut syariat. Ucapkanlah, “Atas izin Allah,” “Dengan pertolongan Allah,” atau “Kemudian melalui perantaraan si fulan.” Dengan demikian, kita tetap mengakui adanya sebab, namun tidak mengangkat makhluk hingga menyamai kedudukan Allah Ta’ala.

Menjaga tauhid bukan hanya ketika beribadah di masjid, tetapi juga ketika berbicara di rumah, di tempat kerja, dan di tengah masyarakat. Semakin seorang muslim menjaga lisannya, semakin ia menjaga kemurnian akidahnya. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119