Home KajianMenggabungkan Dua Keburukan: Menyukai Kedustaan dan Memakan Harta Haram

Menggabungkan Dua Keburukan: Menyukai Kedustaan dan Memakan Harta Haram

Seseorang yang makanannya haram, minumannya haram, dan pakaiannya berasal dari yang haram, maka doanya terancam tidak dikabulkan.

by Abu Umar
0 comments 6 views

Islam adalah agama yang mengajarkan kejujuran dan kebersihan dalam mencari rezeki. Seorang muslim diperintahkan untuk menjaga lisannya dari dusta, telinganya dari mendengar kebatilan, dan perutnya dari makanan serta harta yang haram. Sebab, hati yang dipenuhi kebohongan dan tubuh yang tumbuh dari harta haram akan sulit menerima cahaya hidayah.

Allah Ta’ala berfirman:

سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ

“Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, lagi banyak memakan yang haram.” (QS. Al-Ma’idah: 42)

Ayat ini menggambarkan sifat buruk sebagian manusia yang tidak hanya gemar menyebarkan atau mempercayai kebohongan, tetapi juga tidak peduli terhadap kehalalan rezeki yang mereka peroleh. Dua penyakit ini saling berkaitan dan sama-sama dapat merusak hati.

BACA JUGA: Doa Berlindung dari Keburukan Tetangga, Pasangan, Anak, Harta dan Teman Dekat yang Penuh Tipu Daya

Menjelaskan ayat tersebut, Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah berkata:

“Mereka telah menggabungkan antara mengikuti kedustaan dengan memakan yang haram.”

(Taisir Al-Karim Ar-Rahman).

Perkataan beliau menunjukkan bahwa keburukan itu bukan hanya satu, melainkan dua dosa besar yang berkumpul dalam diri seseorang. Pertama, ia lebih senang mendengar kebohongan daripada kebenaran. Kedua, ia tidak lagi peduli apakah makanan dan hartanya berasal dari jalan yang halal atau haram.

Di zaman sekarang, bentuk “mendengar berita bohong” sangat beragam. Seseorang menikmati gosip, fitnah, berita palsu, atau tuduhan yang tidak memiliki bukti. Bahkan, tidak sedikit yang ikut menyebarkannya melalui media sosial tanpa melakukan tabayyun. Padahal Allah memerintahkan agar setiap berita diperiksa terlebih dahulu sebelum dipercaya dan disebarluaskan.

Adapun memakan harta haram mencakup seluruh bentuk rezeki yang diperoleh dengan cara yang dilarang syariat, seperti riba, korupsi, suap, penipuan, kecurangan dalam berdagang, mengurangi timbangan, mengambil hak orang lain, atau pekerjaan yang diharamkan. Harta seperti ini mungkin terlihat menguntungkan di dunia, tetapi akan menjadi penyesalan pada hari Kiamat.

BACA JUGA: Ikutilah Kebaikan dan Jauhi Keburukan

Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan bahwa Allah itu Mahabaik dan tidak menerima kecuali yang baik. Bahkan, seseorang yang makanannya haram, minumannya haram, dan pakaiannya berasal dari yang haram, maka doanya terancam tidak dikabulkan. Hal ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh rezeki halal terhadap diterimanya amal ibadah.

Karena itu, seorang mukmin hendaknya menjaga telinganya agar hanya mendengar kebenaran, menjaga lisannya agar tidak menyebarkan kedustaan, dan menjaga hartanya agar diperoleh dengan cara yang halal. Hati yang bersih akan lebih mudah menerima nasihat, sedangkan rezeki yang halal akan membawa keberkahan dalam kehidupan dan ibadah. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119