Home NasihatSetan Menggoda Manusia untuk Meninggalkan Kebaikan

Setan Menggoda Manusia untuk Meninggalkan Kebaikan

Uzlah (menyendiri) yang benar dan wajib hukumnya adalah menghindarkan diri dari keburukan, bukan dari hal-hal yang baik.

by Abu Umar
0 comments 174 views

Dalam majelis, ada orang yang ramai-ramai menyuruh saya untuk menghindar dari manusia dan mengkhususkan diri pada akhirat. Lama saya renungkan. Akhirnya saya dapati, bahwa semuanya itu adalah ajakan setan.

Banyak sekali orang yang hadir dalam majelis saya. Mereka menangis sambil bertobat. Tak jarang lalu memutuskan diri dengan masa remajanya. Mereka adalah para pemuda yang dahulu tenggelam dalam pelbagai kemaksiatan dan kemungkaran.

Setan yang geram berusaha menarik saya dari mereka. Tujuannya agar dia bisa bersuka ria dengan orang-orang yang terperangkap dalam jeratnya.

BACA JUGA:  Mulianya Kekayaan dan Hinanya Kefakiran

Suatu ketika, setan menggambarkan manisnya mengasingkan diri dari manu-sia, “Jika engkau berkumpul bersama mereka, engkau tak akan lepas dari sikap. berpura-pura terhadap mereka.”

Saya katakan, “Melontarkan kata-kata yang baik, kalimat-kalimat yang elok, dan ibarat-ibarat yang manis adalah suatu keutamaan, bukan keburukan. Namun, jika maksud kata-kataku untuk melanggar syariat Allah, aku benar-benar berlindung kepada-Nya.”

Saya merasa setan membuat terlena agar menempuh jalan zuhud dan meninggalkan segala usaha untuk me-nyambung rezeki.

Saya katakan, “Jika aku berzuhud dengan caramu, habislah apa yang ada dalam genggamanku dan apapun yang menjadi hajat keluargaku. Tidakkah de-ngan demikian aku melakukan hal yang keliru? Biarkanlah aku mengumpulkan apa yang bisa mencukupi kebutuhanku agar aku tidak meminta-minta.

“Alangkah nikmatnya jika aku ditakdirkan berumur panjang. Kalaupun tidak, aku telah menyiapkan sesuatu untuk keluargaku. Aku tidak ingin seperti orang yang melihat fatamorgana. Aku tak akan menyesal kelak ketika sesal tak lagi berguna. Mestinya, Anda menyiapkan tikar sebelum berangkat tidur.”

Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, Seandainya engkau meninggalkan para pewarismu dalam keadaan kaya, itu lebih baik daripada engkau meninggal-kan mereka dalam keadaan fakir sehingga meminta-minta pada manusia. Dalam sabdanya yang lain, Sebaik-baik harta ialah yang berada di tangan orang yang shalih.

Uzlah (menyendiri) yang benar dan wajib hukumnya adalah menghindarkan diri dari keburukan, bukan dari hal-hal yang baik. Adapun mengajarkan ilmu. pengetahuan, siapa yang berani menga-takan hal itu sebuah keburukan? Itulah ibadahnya seorang alim.

Salah satu kesalahan besar yang banyak dilakukan ulama kita saat ini ialah mereka sibuk dengan shalat dan puasa sunnah daripada, misalnya, mengarang buku atau mengajarkan ilmu yang berguna. Padahal, itulah benih yang akan tumbuh bercabang dan abadi manfaatnya.

BACA JUGA:  Memuliakan Waktu

Kecenderungan nafsu mengikuti ajakan setan disebabkan dua hal:

Pertama, senang bermalas-malasan. Bagi ji-wa, kebiasaan memisahkan diri dari manusia sangatlah mudah.

Kedua, senang pujian. Seseorang yang dikenal karena sifat zuhudnya, akan banyak diikuti orang lain.

Lihatlah generasi terdahulu dan bergabunglah dalam barisan mereka bersama Rasulullah dan para sahabat. Pernahkah diriwayatkan bahwa mereka meninggalkan ilmu dan mengasingkan diri dari manusia seperti yang didendang-kan orang-orang yang mengaku zuhud dan berpura-pura sufi? Tidakkah seluruh kesibukan Rasulullah juga berhubungan dengan urusan manusia? Bukankah Rasul juga beramar ma’ruf dan nahi mungkar kecuali kepada mereka yang khawatir akan rusaknya diri mereka aki-bat pergaulan? []

Sumber: Shaidul Khatir, Cara Manusia Cerdas Menang dalam Hidup, karya Imam Ibnu Al Jauzi, Penerbit Maghfirah Pustaka, Cetakan Juni 2022

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119