Home NasihatSaudaraku, Bersedekahlah, karena Itu Menabur Sebiji Benih Menumbuhkan Tujuh Tangkai

Saudaraku, Bersedekahlah, karena Itu Menabur Sebiji Benih Menumbuhkan Tujuh Tangkai

Sedekah tidak cukup hanya dengan memberi. Hati juga harus dijaga.

by Abu Umar
0 comments 175 views

Saudaraku,
Allah mengajak kita merenung tentang sedekah.
Bukan sekadar memberi.
Tetapi bagaimana cara memberi.

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ٢٦١

“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah: 261)

Allah berfirman dalam Al-Qur’an.
Sedekah di jalan-Nya seperti menanam benih.
Satu biji tumbuh tujuh tangkai.
Setiap tangkai berisi seratus biji.

Pahala itu berlipat ganda.
Allah yang melipatkannya.
Sesuai kehendak-Nya.
Dan Allah Maha Luas karunia-Nya.

BACA JUGA: Sedekah, Bukti Engkau Yakin pada Allah

Ayat ini dijelaskan oleh Ibnu Katsir rahimahullah.
Beliau berkata.
Ini adalah perumpamaan pahala yang besar.
Bagi orang yang ikhlas berinfak.
Tanpa riya.
Tanpa pamer.

Namun Allah memberi peringatan.
Sedekah tidak cukup hanya dengan memberi.
Hati juga harus dijaga.

Jangan sampai sedekah melahirkan kesombongan.
Jangan menyebut-nyebut pemberian.
Dan jangan menyakiti perasaan penerima.

Allah berfirman.
Orang yang berinfak.
Lalu tidak mengiringinya dengan menyebut-nyebut.
Dan tidak menyakiti.
Mereka mendapat pahala di sisi Allah.

Mereka aman.
Tidak takut.
Dan tidak bersedih.

Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata.
Sedekah yang diterima Allah.
Adalah yang keluar dari hati yang rendah.
Bukan dari jiwa yang merasa lebih tinggi.

Bahkan Allah menegaskan lagi.
Perkataan yang baik.
Dan sikap memaafkan.
Lebih baik daripada sedekah.
Yang diiringi dengan sikap menyakiti.

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma menjelaskan.
Ucapan lembut kepada orang miskin.
Lebih dicintai Allah.
Daripada harta.
Yang melukai hatinya.

Imam al-Qurthubi rahimahullah menambahkan.
Ayat ini adalah peringatan keras.
Bahwa pahala sedekah bisa gugur.
Karena lisan yang tidak dijaga.

BACA JUGA:  Jauhilah Maksiat, Saudaraku

Allah Mahakaya.
Dia tidak butuh sedekah kita.
Tetapi kitalah yang membutuhkan pahala-Nya.

Sedekah adalah ujian keikhlasan.
Bukan ajang merasa berjasa.
Bukan pula alat merendahkan.

Maka bersedekahlah dengan hati yang bersih.
Dengan tangan yang memberi.
Dan lisan yang lembut.

Karena sedekah terbaik.
Adalah yang membuat penerima merasa dimuliakan.
Bukan direndahkan.

Wallahu a‘lam. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119