Home MuslimahAdab Muslimah dalam Senyum dan Tawa Menurut Islam

Adab Muslimah dalam Senyum dan Tawa Menurut Islam

Dengan menjaga senyum dan tawanya, seorang muslimah bukan hanya meneladani Rasulullah ﷺ, tetapi juga menjaga kehormatan dan kesucian hatinya.

by Abu Umar
0 comments 235 views

Sebagai seorang muslimah, setiap gerak-gerik memiliki nilai ibadah bila dilakukan dengan adab. Bahkan perkara sederhana seperti senyum dan tawa pun tidak lepas dari tuntunan syariat. Islam mengajarkan keseimbangan: meneladani Rasulullah ﷺ dalam senyum yang penuh makna, namun menghindari tawa berlebihan yang melalaikan hati.

Imam Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, *“Dua perkara yang mengeraskan hati adalah banyak tertawa dan banyak makan.”* Perkataan ini menegaskan bahwa seorang muslimah harus berhati-hati menjaga kesucian hatinya, termasuk dalam cara ia tertawa.

1. Meneladani Rasulullah ﷺ dalam senyum

Rasulullah ﷺ dikenal sebagai pribadi yang banyak tersenyum, bukan terbahak-bahak. Dari Ka’ab bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: *“Rasulullah apabila senang, wajah beliau akan bersinar seolah-olah wajah beliau sepenggal rembulan.”* (HR. Bukhari no. 4418). Senyum beliau menenangkan, penuh kelembutan, dan jauh dari sikap berlebihan. Inilah teladan yang layak diikuti oleh muslimah.

BACA JUGA: Jalan Surga bagi Wanita Muslimah

2. Menghindari tawa yang mencela

Allah Ta’ala berfirman: *“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain… dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain…”* (QS. Al-Hujurat: 11). Ayat ini menegaskan larangan keras menjadikan tawa sebagai alat untuk merendahkan. Imam Mujahid rahimahullah menafsirkan ayat ini dengan menyebut, *“Maksudnya adalah janganlah kalian meremehkan saudara seiman, karena bisa jadi ia lebih mulia di sisi Allah.”*

3. Tawa secukupnya

Rasulullah ﷺ memperingatkan: *“Berhati-hatilah dengan tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.”* (HR. Ahmad, dinyatakan sahih). Para salaf juga mengingatkan hal yang sama. Al-Imam Malik rahimahullah dikenal sebagai ulama yang menjaga wibawanya dengan tidak banyak tertawa. Ini menunjukkan pentingnya menjaga izzah seorang muslimah dengan tidak berlebihan dalam tawa.

BACA JUGA:  4 Kunci Surga untuk Wanita Muslimah

4. Tidak menjadikan tawa sebagai profesi

Rasulullah ﷺ bersabda: *“Celakalah bagi orang yang berbicara untuk membuat orang lain tertawa dengan kebohongan, celakalah baginya.”* (HR. Tirmidzi no. 2315). Ulama seperti Al-Ghazali rahimahullah menjelaskan, bercanda itu boleh jika benar, tidak menyakiti, dan tidak berlebih-lebihan. Maka seorang muslimah hendaknya menjaga lisannya dari senda gurau yang kosong makna, apalagi yang berdusta.

5. Menghindari tawa berlebihan dan terbahak-bahak

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, *“Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ tertawa berlebihan hingga terlihat langit-langit mulut beliau, sesungguhnya (tawa beliau) hanyalah senyum.”* (HR. Bukhari no. 6092). Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menafsirkan hadis ini dengan menyebut, *“Tawa Rasulullah adalah tawa orang yang ridha, bukan tawa orang yang lalai.”*

Bagi muslimah, tawa yang berlebihan bukan hanya mematikan hati, tetapi juga bisa menghilangkan kehormatan diri. Ia bisa mengundang perhatian yang tidak pantas dari laki-laki, menimbulkan kesan yang keliru, bahkan menimbulkan gangguan bagi orang lain. []

Penutup

Islam tidak melarang senyum dan tawa. Justru senyum adalah sedekah, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: *“Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah.”* (HR. Tirmidzi). Namun, seorang muslimah dituntun untuk menjaga adab: tersenyum dengan lembut, tidak menjadikan tawa sebagai alat mengejek, serta tidak berlebihan hingga kehilangan izzah.

Dengan menjaga senyum dan tawanya, seorang muslimah bukan hanya meneladani Rasulullah ﷺ, tetapi juga menjaga kehormatan dan kesucian hatinya. Senyumnya menjadi cahaya, tawanya secukupnya, dan hatinya tetap lembut dalam ketaatan.

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119