Pertanyaan: Bagaimana kita menggabungkan antara sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Barangsiapa didebat dengan hisab dia akan diadzab,” dari hadits ‘Aisyah radiyallahu ‘anhu dengan perdebatan seorang mukmin dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mendekatkan seorang mukmin dan meletakkan diatasnya satir dan menutupinya kemudian berkata apakah engkau tahu dosa ini, dan dosa itu, maka dia menjawab, “Ya, wahai Rabb,” hingga ketika dia mengakui semua dosa-dosanya dan melihat dirinya akan binasa maka Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Aku (Allah) telah menutupi dosa-dosamu didunia dan Aku (Allah) akan mengampunimu pada hari ini,” maka diberikanlah catatan kebaikannya.” (HR. al-Bukhari)
BACA JUGA: Apakah Setiap Kali Shalat Harus Wudhu Lagi, padahal Belum Batal?
Jawaban: Beliau menjawab-semoga Allah memelihara dan menjaga beliau, dengan perkataan: “Tidak ada kesulitan dalam memahami hal ini karena perdebatan tersebut maknanya adalah bahwasanya seseorang dihisab sehingga dituntut dengan nikmat-nikmat yang telah Allah karuniakan kepadanya.”
Karena hisab yang terdapat perdebatan didalamnya maknanya bahwa engkau sebagaimana telah mengambil maka engkau harus memberi. namun hisab Allah kepada hamba-Nya yang beriman pada hari kiamat bukanlah dalam bentuk seperti ini bahkan hanya sebagai karunia dari Allah ketika dia mengakui semua dosa-dosanya, maka Allah berfirman: “Aku telah menutupinya atasmu di dunia, dan Aku telah mengampuninya untukmu hari ini.”
BACA JUGA: Apakah Imam Mahdi Itu Benar-benar Nyata Adanya?
Kata ‘didebat menunjukkan atas hal ini karena perdebatan adalah menerima atau membantah dalam suatu hal dan membahas tentang sesuatu besar ataupun kecil, dan hal ini tidak akan terjadi bagi Allah bersama hamba-Nya yang mukmin bahkan Allah menjadikan hisab bagi seorang yang mukmin ringan karena karunia dan kebaikan-Nya bukan dengan perdebatan, dan menghukumnya dengan keadilan
(Majmun’ Fataawaa asy-Syaikh 2/46) []
Sumber: Al-Fatawa Al-Muhimmah (Fatwa-fatwa Penting dalam Sehari-hari jilid 1) / Penulis: Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin / Penerbit: Pustaka as-Sunnah / Cetakan 2, Maret 2012
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

