Setiap insan yang menapaki jalan kehidupan pasti merasakan lelah. Ada lelah bekerja, lelah berjuang, lelah menanggung beban hidup, hingga lelah menghadapi ujian yang silih berganti. Namun, lelah yang dirasakan seorang Muslim memiliki nilai yang berbeda dibandingkan dengan keletihan manusia pada umumnya. Sebab, di balik segala kepayahan yang ditempuh di jalan Allah, terdapat janji pahala yang agung dan balasan kebahagiaan abadi.
Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, Lc., M.A., dalam renungan berjudul “Lelahnya Seorang Muslim”, mengingatkan kita bahwa perjalanan iman bukanlah perjalanan yang mulus tanpa rintangan. Ada saatnya seorang Muslim merasa tubuhnya letih karena ibadah, pikirannya penat karena menjaga amanah, atau hatinya terasa berat menahan godaan dunia. Tetapi justru di situlah letak kemuliaan: ketika lelah itu menjadi saksi kesungguhan seorang hamba dalam mencari ridha Allah Ta’ala.
BACA JUGA: Tercelakah Takut pada Kematian?, oleh: Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, Lc., MA.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Surga itu dipenuhi dengan hal-hal yang dibenci, sedangkan neraka itu dipenuhi dengan syahwat.” (HR. Muslim). Hadits ini memberi gambaran bahwa jalan menuju surga memang menuntut perjuangan, pengorbanan, dan terkadang keletihan. Namun, seorang Muslim yang bersabar atas lelahnya akan merasakan manisnya hasil di akhir perjalanan.
Melalui nasihat singkat ini, Ustadz Syafiq Riza Basalamah menuntun kita untuk memaknai lelah bukan sebagai alasan untuk berhenti, melainkan sebagai tanda bahwa kita sedang berusaha mendekat kepada Allah. Lelah karena ibadah lebih mulia daripada lelah karena maksiat, dan kepayahan di dunia jauh lebih ringan dibandingkan lelahnya penyesalan di akhirat.
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

