Home SirahCara Wahyu Diturunkan kepada Rasulullah Muhammad ﷺ

Cara Wahyu Diturunkan kepada Rasulullah Muhammad ﷺ

Cara-cara turunnya wahyu kepada Rasulullah ﷺ menunjukkan betapa agungnya kedudukan wahyu dan betapa mulianya Nabi Muhammad ﷺ sebagai utusan terakhir.

by Abu Umar
0 comments 7 views

Wahyu merupakan bentuk komunikasi Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā kepada para nabi dan rasul-Nya. Melalui wahyu, Allah menyampaikan petunjuk, syariat, perintah, larangan, serta berbagai berita gaib yang menjadi pedoman bagi umat manusia. Rasulullah Muhammad ﷺ menerima wahyu dengan beberapa cara yang berbeda. Sebagian di antaranya sangat berat dirasakan oleh beliau, sedangkan sebagian lainnya lebih ringan. Seluruh cara tersebut menunjukkan kemuliaan wahyu sekaligus keagungan Allah sebagai Dzat Yang Maha Berfirman.

1. Malaikat Jibril Datang dalam Wujud Aslinya

Salah satu cara turunnya wahyu adalah ketika Malaikat Jibril datang dalam wujud aslinya. Rasulullah ﷺ melihat Jibril dalam bentuk yang Allah ciptakan sebanyak dua kali.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَقَدْ رَآهُ بِالْأُفُقِ الْمُبِينِ

“Sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (Jibril) di ufuk yang terang.” (QS. At-Takwir [81]: 23)

Dalam riwayat disebutkan bahwa Jibril memiliki enam ratus sayap yang memenuhi cakrawala. Pemandangan tersebut merupakan salah satu mukjizat besar yang Allah perlihatkan kepada Rasulullah ﷺ.

BACA JUGA:  Muhammad Al-Amin

2. Malaikat Jibril Menyerupai Seorang Manusia

Sering kali Malaikat Jibril datang dalam rupa seorang manusia. Di antara bentuk yang paling dikenal adalah menyerupai sahabat Nabi yang tampan, yaitu Dihyah Al-Kalbi radhiyallāhu ‘anhu.

Pada kesempatan lain, Jibril juga pernah datang dalam rupa seorang laki-laki yang sangat putih pakaiannya dan sangat hitam rambutnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits tentang Islam, Iman, dan Ihsan. Setelah orang tersebut pergi, Rasulullah ﷺ menjelaskan kepada para sahabat bahwa tamu itu adalah Malaikat Jibril yang datang untuk mengajarkan agama kepada mereka.

3. Wahyu Datang dengan Suara Seperti Gemerincing Lonceng

Inilah cara turunnya wahyu yang paling berat dirasakan oleh Rasulullah ﷺ. Beliau mendengar suara yang sangat kuat, seperti gemerincing lonceng, kemudian setelah suara itu berhenti, beliau memahami dan menghafal seluruh wahyu yang disampaikan.

‘Aisyah radhiyallāhu ‘anhā meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

“Terkadang wahyu datang kepadaku seperti suara gemerincing lonceng. Itulah yang paling berat bagiku. Setelah suara itu berhenti, aku telah memahami apa yang disampaikan kepadaku.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ketika wahyu turun dengan cara ini, Rasulullah ﷺ sering berkeringat meskipun cuaca sangat dingin. Bahkan unta yang sedang beliau tunggangi dapat terduduk karena beratnya wahyu yang diterima.

4. Allah Berbicara Langsung kepada Rasulullah ﷺ

Pada peristiwa Isra’ dan Mi’raj, Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berbicara langsung kepada Rasulullah ﷺ dalam keadaan beliau terjaga. Pada saat itulah Allah mewajibkan shalat lima waktu kepada kaum muslimin. Cara penyampaian wahyu ini merupakan salah satu bentuk kemuliaan yang hanya diberikan kepada Rasulullah ﷺ.

5. Wahyu Berupa Ilham ke Dalam Hati

Di antara bentuk wahyu adalah ilham yang Allah masukkan ke dalam hati Rasulullah ﷺ melalui Malaikat Jibril.

Rasulullah ﷺ bersabda,

“Sesungguhnya Jibril meniupkan ke dalam jiwaku bahwa tidaklah suatu jiwa akan meninggal dunia hingga rezekinya dan ajalnya telah sempurna. Maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah cara kalian dalam mencari rezeki.” (HR. Ibnu Majah dan selainnya)

Imam Al-Qurthubi rahimahullah menjelaskan bahwa bentuk wahyu ini termasuk ilham yang Allah tanamkan ke dalam hati Nabi-Nya.

Hal ini memiliki kemiripan dengan firman Allah Ta’ala tentang lebah,

وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah…” (QS. An-Nahl [16]: 68)

Yang dimaksud pada ayat tersebut adalah ilham, bukan wahyu syariat sebagaimana yang diterima para nabi.

BACA JUGA:  Zaid dan Ali Diasuh Muhammad ﷺ

6. Wahyu Melalui Mimpi yang Benar

Sebelum Al-Qur’an diturunkan, Rasulullah ﷺ sering menerima wahyu dalam bentuk mimpi yang benar. Apa yang beliau lihat dalam tidur selalu terjadi sebagaimana yang beliau saksikan.

Di antara contohnya adalah mimpi Rasulullah ﷺ bahwa kaum muslimin akan memasuki Masjidil Haram dengan aman, sebagian mencukur rambut dan sebagian memendekkannya. Mimpi tersebut kemudian menjadi kenyataan pada peristiwa Fathu Makkah, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah,

لَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ

“Sungguh, Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya…” (QS. Al-Fath [48]: 27)

banner

Penutup

Cara-cara turunnya wahyu kepada Rasulullah ﷺ menunjukkan betapa agungnya kedudukan wahyu dan betapa mulianya Nabi Muhammad ﷺ sebagai utusan terakhir. Ada kalanya wahyu disampaikan melalui Malaikat Jibril dalam berbagai bentuk, ada kalanya Allah berbicara langsung kepada beliau, ada pula yang berupa ilham atau mimpi yang benar. Semua itu menjadi bukti bahwa Al-Qur’an dan seluruh ajaran Islam benar-benar berasal dari Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā, bukan hasil pemikiran manusia.

Sebagai umat Islam, memahami bagaimana wahyu diturunkan akan semakin menumbuhkan keyakinan bahwa Al-Qur’an adalah kalam Allah yang wajib diimani, dipelajari, diamalkan, dan disampaikan kepada seluruh manusia. []

Sumber: The Great Story of Muhammad ﷺ : Referensi Lengkap Hidup Rasulullah ﷺ dari Sebelum Kelahiran hingga Detik-detik Terakhir / Penyusun: Ahmad Hatta, dkk. / Penerbit: Maghfirah Pustaka / Cetakan Keenam, September 2016 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119